3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Lawyer Persaingan Usaha Dalam Melakukan Transaksi Korporasi

0
66
3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Lawyer Persaingan Usaha Dalam Melakukan Transaksi Korporasi

3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Lawyer Persaingan Usaha Dalam Melakukan Transaksi Korporasi

Seorang lawyer jangan hanya berhenti di tahap penelusuran formil saja, Ia juga harus perlu menyadari bahwa setiap ketentuan hukum memiliki nilai dan prinsip dasar.

Setiap aksi korporasi yang akan dilakukan oleh pelaku usaha akan bersinggungan dengan aspek hukum. Sehingga sering kali para pelaku usaha akan meminta advis dan bantuan dari practicing lawyer yang dinilai memiliki keahlian dalam bidangnya agar transaksi/ aksi korporasi berjalan dengan lancar. Karena apabila suatu transaksi yang dilakukan oleh pelaku usaha tidak sesuai dengan hukum terdapat risiko yang mengintai, mulai dari sanksi administrasi, sanksi denda yang tentu nilainya tidak sedikit, sampai sanksi pidana.

Rikrik Rizkiyana, Partner dari kantor hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP) yang telah mendalami hukum Persaingan Usaha memberikan tips mengenai hal yang perlu diperhatikan oleh practicing lawyer khususnya dalam bidang Hukum Persaingan Usaha (HPU). Tips tersebut diberikan agar tindakan atau nasihat hukum yang diberikan oleh practicing lawyer tidak menjadi bumerang di kemudian hari baik bagi dirinya maupun klien yang diwakilkan olehnya.

 

  1. Harus Paham Basic Knowledge Persaingan Usaha
    Rikrik mewanti-wanti bahwa menjalani profesi sebagai seorang lawyer tidak cukup hanya bermodal dalam bidang hukum saja. Rikrik menekankan bahwa untuk berpraktek dalam suatu bidang, tentunya yang bersangkutan harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai ilmu dasar di bidang tersebut.“Coba kita buat skema dimana seorang dokter yang sudah pensiun kemudian Beliau memilih untuk menjadi lawyer dengan spesialisasi malpraktek medis. Nantinya ketika Ia berpraktek sebagai lawyer tentu saja gugatannya akan sangat amat substansial dan detail karena pemahamannya yang sangat kuat dibidang tersebut,” beliau pada Selasa (16/06) lalu.

    Ketika berbicara mengenai hukum persaingan usaha maka yang perlu dipahami sebelum masuk ke dalam ilmu hukumnya adalah pemahaman atas ilmu persaingan usaha itu sendiri. Bagi Rikrik persaingan usaha akan sangat erat kaitannya dengan ilmu ekonomi makro, khususnya mengenai pemahaman mekanisme pasar. Kemudian juga harus familiar dengan istilah-istilah atau terminologi pendekataan ekonomi.

  2. Sensitif Terhadap Prinsip-Prinsip Hukum Persaingan Usaha
    Hukum Persaingan Usaha yang ada sebagai hukum positif di Indonesia saat ini merupakan salah satu referensi yang menunjukkan suatu tindakan korporasi secara formil telah melanggar prinsip atau nilai-nilai persaingan usaha atau tidak. Namun perlu ditekankan bahwa ketentuan peraturan hukum formil yang mengatur mengenai Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dibuat pada tahun 1999. Sehingga tentu ada kemungkinan hal-hal yang belum masuk dalam aturan formil tersebut.“Biasanya yang terjadi dilapangan ada perusahaan asing meminta pendapat hukum mengenai suatu transaksi, kemudian ketika lawyer lokal melihat ketentuan hukum di Indonesia tidak dilarang maka transaksi dijalankan saja. Padahal ada kemungkinan perusahaan asing itu tahu juga di negara mereka sudah tidak boleh melakukan transaksi ini tapi karena lawyernya tidak mengerti jadi sering kali dianggap sah-sah saja,” ujarnya.

    Seorang lawyer yang baik tidak akan berhenti sampai di tahap penelusuran hukum formil saja. Yang bersangkutan perlu menyadari bahwa setiap ketentuan hukum memiliki nilai dan prinsip dasar. Prinsip-prinsip mengenai persaingan usaha bersifat universal sehingga pengetahuan mengenai updates peraturan seputar hukum usaha di negara-negara lain juga perlu dipahami dan diikuti dengan logika berpikir yang kuat untuk menghasilkan pendapat hukum yang baik yang tidak akan membebankan para pihak di kemudian hari.

  3. Mengerti Mekanisme Pasar
    Menurut Rikrik dalam menangani suatu peristiwa yang bersinggungan dengan aspek hukum persaingan usaha, bukti-bukti yang diperlukan adalah bukti-bukti yang menggambarkan keadaan mekanisme pasar, fakta kondisi bagaimana pasar saat ini, aspek penelusuran untuk menilai apakah seorang pelaku usaha memang dominan dalam pasar atau tidak perlu diketahui. Ketika sudah mengerti hal-hal ini maka kita dapat menarik kesimpulan dari fakta yang ada apakah suatu tindakan korporasi telah melanggar suatu ketentuan aspek hukum persaingan usaha atau tidak, dan kemudian hal-hal tersebut dapat dijadikan bahan dalam menyusun pendapat hukum yang akan diberikan kepada klien.“Perlu adanya pendekatan ekonomi yang ada dalam praktek sehingga logika-logika hukum yang akan kita sampaikan dapat membuat mereka mengerti mengenai hukumnya juga,” tuturnya.

Terakhir, Rikrik menyampaikan tips untuk menguasai itu semua melalui banyaknya mengasosiasikan diri dengan membaca buku-buku persaingan usaha dan sering-sering melakukan diskusi dengan rekan yang memiliki keahlian dibidang ekonomi.

BEL

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*