3 Kunci Kesuksesan Dalam Mengembangkan Karyawan di Law Firm

0
51
3 Kunci Kesuksesan Dalam Mengembangkan Karyawan di Law Firm

3 Kunci Kesuksesan Dalam Mengembangkan Karyawan di Law Firm

Karyawan merupakan aset utama bagi sebuah law firm, sehingga mengembangkan kualitas karyawan sangat menentukan kesuksesan dalam membangun sebuah law firm.

Banyak law firm di indonesia yang tidak dapat berkompetisi antara satu sama lain, sehingga kebanyakan dari law firm di Indonesia tidak memiliki umur panjang. Selain tingginya kompetisi, jumlah law firm yang tidak terhitung banyaknya pun menjadi satu hambatan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan law firm di indonesia. Lantas, bagaimanakah cara agar law firm dapat berumur panjang.

Bimo Prasetio, founder Smart Legal Network (SLN), memaparkan bahwa salah satu kunci menjaga kesuksesan dalam membangun sebuah law firm ialah dengan menjaga mutu dan kualitas karyawan. Bimo membagikan setidaknya tiga tips untuk founder mengenai cara mengembangkan karyawan di dalam sebuah law firm. Hal ini disampaikannya dalam webinar How To Build Professional Litigation Law Firm” yang diselenggarakan Kliklegal.com bekerjasama dengan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia Dewan Pengurus Wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (7/11) lalu. Simak informasi berikut:

Pertama, memelihara berkas kualifikasi karyawan.

“Karyawan tetap merupakan sebuah aset bagi sebuah law firm, sehingga kita harus dapat memastikan bahwa karyawan tersebut dapat memberikan revenue kepada kita,” ucap Bimo pada Sabtu (7/11).

Proses rekrutmen karyawan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam memelihara kualifikasi karyawan, karena tahap awal untuk menjaga kualitas karyawan ialah dengan menentukan standar karyawan yang diterima di law firm kita. Sebagai seorang founder, penting bagi kita untuk merekrut orang yang memiliki passion dan karakter. Sehingga, pastikan untuk setidaknya mempekerjakan seorang HRD yang dapat merekrut karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-masing law firm.

Kedua, memberikan training dan diskusi internal.

Buatlah sebuah jadwal training dan diskusi internal secara rutin. Dalam pelaksanaanya, para lawyer diwajibkan secara bergilir untuk merepresentasikan permasalahan aktual kepada rekannya yang lain, kemudian para lawyer senior diwajibkan untuk melakukan transfer ilmu kepada rekan lawyer junior. Dengan adanya training dan diskusi internal secara rutin tersebut, diharapkan bahwa kesenjangan ilmu antara lawyer senior ataupun lawyer junior dapat dihilangkan dan menciptakan kesetaraan kualitas antara para karyawan.

Training dan diskusi internal pun diharapkan dapat mengembangkan interaksi antara para karyawan sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi para karyawan .

Ketiga, mengirimkan karyawan ke seminar/workshop/training.

Hukum merupakan bidang ilmu yang berkembang pesat, sehingga menjadi penting untuk memastikan karyawan kita tetap up to date dengan perkembangan hukum yang ada. “Kita tidak dapat memberikan service excellent, apabila kita tidak memahami secara spesifik mengenai bidang perkara yang kita hadapi,” terang Bimo. 

Sehingga, agar dapat menjaga performa yang sempurna dari law firm, dibutuhkan pengembangan ilmu yang cukup terhadap karyawan kita.

AFA

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*