3 Tips untuk Pencipta Lagu dalam Memilih Music Publisher yang Tepat

0
374
3 Tips untuk Pencipta Lagu dalam Memilih Music Publisher yang Tepat

Salah satunya music publisher harus transparan dan reliability.

Dewasa ini, banyak sekali fenomena memprihatinkan bagi kehidupan pencipta lagu “era lawas” di Indonesia. Para pencipta lagu tersebut yang jaya di eranya, saat di usia tua tidak memiliki keuangan yang cukup dan maupun setelah meninggal dunia tidak ada manfaat ekonomi yang dapat diwariskan kepada ahli warisnya. 

Hal ini terjadi karena para pencipta lagu tersebut tidak melakukan pengelolaan hak ekonomi atas hak cipta berupa lagu kepada penerbit lagu atau music publisher. Saat ini, di Indonesia sudah banyak bermunculan para penerbit lagu, akan tetapi guna memilih penerbit lagu yang kompeten sehingga para pencipta mendapatkan selayaknya hak-hak atas pengelolaan hak ekonomi ciptaannya, pencipta harus selektif dalam memilih penerbit lagu. Jangan sampai salah pilih dan tertipu dengan penerbit lagu “abal-abal”.

Kamis (15/3) lalu, Irfan Aulia founder sekaligus Managing Director Massive Music Entertainment (MME) membagikan setidaknya ada tiga tips bagi pencipta lagu dalam memilih music publisher yang tepat. Hal ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan Kliklegal.com di Kantor MME, Jakarta Selatan. Adapun tipsnya sebagai berikut:

Pertama, music publisher harus mempunyai kompetensi pengetahuan tentang hak cipta itu sendiri.

Kedua, music publisher harus mengerti pencipta lagunya.

“Tapi yang juga tidak kalah penting, kalau saya ibaratkan music publisher manager-nya pencipta lagu ya, jadi dia harus mengerti pencipta lagunya. Karena kalau kita bicara dalam konteks ini, music publisher juga sama dengan halnya label, cuma produk yang dibuat berbeda, adapun yang dibuat oleh MP (baca: music publisher) seperti: demo, bagaimana song rating, bagaimana industri pengguna hak cipta saat ini seperti apa trendnya, sehingga pencipta lagu mempunyai gambaran bagaimana dia adaptif terhadap industri,” katanya kepada KlikLegal, Kamis (12/3) lalu.

Ketiga, music publisher harus transparan dan reliability.

“Jadi kalau kita bicara hak cipta sudah tak transparan, tidak ada kerjasama, tapi misalnya kalau kita bicara publishing itu bisa menunjukan transparansi dan reliability, itu silahkan dipilih,” tutup Irfan.

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*