5 Tips Bagi Kurator Dalam Menangani Kasus PKPU

0
146
5 Tips Bagi Kurator Dalam Menangani Kasus PKPU

5 Tips Bagi Kurator Dalam Menangani Kasus PKPU

Kurator juga wajib menguasain ilmu lain yang bersinggungan dengan perkara PKPU.

Apabila melihat fenomena saat ini dibandingkan dengan fenomena dua dakade lalu saat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan baru diterbitkan, terdapat penurunan minat para praktisi untuk menggeluti kepailitan. Pasalnya meskipun fee seorang kurator terdengar sangat menggiurkan, namun terdapat tantangan yang tidak kalah menakutkan dalam menjalani profesi ini. Mulai dari menanggung pembiayaan perkara sebelum adanya putusan majelis hakim, mendapatkan tekanan dari berbagai pihak baik dari debitur maupun kreditur, sampai adanya kemungkinan dilaporkannya ke ranah pidana atas tuduhan penggelapan budel pailit.

Dalam hal ini, Muhammad Ismak Ketua Umum DPP AAI dan Risma Situmorang, lawyer senior membagikan setidaknya lima tips bagi seorang kurator dalam menangani kasus PKPU. Tips ini disampaikan melalui diskusi interaktif dalam webminar “Tips Menjalankan Praktik Hukum Kepailitan dan PKPU” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Jakarta Selatan pada Jumat (01/05) lalu.

Pertama, kurator wajib menguasai bidang lain yang bersinggungan dengan penyelesaian perkara PKPU.

Menurut Ismak selain harus menguasai peraturan perundang-undangan mengenai kepailitan dan PKPU, seorang kurator juga dituntut untuk memahami laporan keuangan debitur. Ini menjadi sangat penting mengingat bahwa permasalahan sengketa PKPU pasti akan berujung pada tahap restrukturisasi utang.

“Meskipun memang kita tidak ahli dalam bidang tersebut, setidak-tidaknya kita perlu mengerti dan mempelajari laporan keuangan proposal perdamaian yang diajukan oleh debitur. Perlu diingat bahwa peran kurator lebih dari sekedar host, kita juga harus memahami aspek komersial perusahaan,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Risma turut menambahkan bahwa seorang kurator juga harus mengerti mengenai ilmu penanganan kasus litigasi, bagaimana seharusnya seorang kurator bertindak dalam meng-handle sengketa PKPU menjadi sangat penting demi berjalannya penyelesaian yang efektif.

Kedua, kurator wajib melakukan tindakan yang dianggap perlu dengan cepat.

Peran utama seorang kurator adalah menjaga agar tidak merosotnya nilai budel sehingga tidak merugikan para pihak, baik debitur atas penjualan asetnya maupun kreditur dalam menerima hak pembayaran pelunasan utang. Menurut Ismak, dalam keadaan tertentu seorang kurator dapat dimungkinkan untuk menjual harta debitur sebelum ada putusan insolvensi. Menurutnya boleh saja melakukan tindakan yang dianggap perlu dilakukan dengan cepat untuk menjaga nilai aset debitur, yang penting prinsipnya agar tidak merugikan debitur ketika asetnya turun.

Ketiga, menjaga komunikasi dan membangun diskusi dengan para senior dan kerabat.

Sering-sering melakukan diskusi dengan kerabat maupun para senior dalam praktek ini akan sangat membantu seorang kurator untuk menyelesaikan sengketa dari sudut pandang yang berbeda. Setiap masukan hasil konsultasi dan sharing pada para senior dan kerabat dapat meringankan beban kerja seorang kurator ketika timbulnya masalah-masalah dalam menyelesaikan sengketa PKPU.

Keempat, jangan adanya conflict of interest dalam menyelesaikan sengketa.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kerap terjadi skenario dimana seorang kurator mendapatkan tekanan dari para pihak. Agar seorang kurator dapat bergerak dengan bebas, yang bersangkutan harus selalu mengedepankan profesionalisme dan etika profesi dalam menjalankan setiap keputusan yang diambil.

Kelima, sosialisasi mengenai peran kurator pada masyarakat.

Sering kali kurator memiliki hambatan dalam menjalankan perannya di saat debitur tertutup dan tidak memberikan informasi seutuhnya. Hal tersebut lantaran banyak masyarakat yang tidak mengetahui peran kurator. Sehingga perlu adanya  sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai peran kurator sehingga pihak debitur dapat memberikan kepercayaan kepada kurator dalam menjalankan perannya. Selain itu komunikasi antara kurator dengan debitur juga harus diperhatikan agar debitur dapat lebih terbuka kepada kurator.

BEL

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*