Catat! Ini Tips untuk Lawyer dalam Menulis Artikel Hukum yang Dicari Market

Dari menentukan tema sesuai market hingga menumpahkan ide poin per poin.

0
663
Founder Smart Legal Network (SLN) Bimo Prasetio saat memaparkan materi dalam KlikLegal Writing Class.

Sebuah website merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjang bisnis sebuah firma hukum. Bila website dikelola dengan baik dan diisi dengan artikel-artikel hukum yang bermanfaat, maka bukan mustahil firma tersebut memperoleh (potensial) klien dari website tersebut.

Nah, menulis artikel hukum yang dicari oleh pangsa pasar butuh keahlian khusus. Founder Smart Legal Network (SLN) Bimo Prasetio memaparkan setidaknya ada tujuh tips bagi lawyer dalam menulis artikel hukum yang dicari oleh pangsa pasar (market) potensial kliennya. Hal ini disampaikannya dalam KlikLegal Writing Class yang diselenggarakan di Legalo, Jakarta, Jumat (20/7).

Pertama, tentukan tema yang dicari oleh market Anda. Tema itu memegang peranan sangat penting. Tentu, hal tersebut dapat dilakukan lawyer dengan sedikit melakukan riset untuk mencari tahu apa saja yang sedang dibutuhkan oleh market atau klien Anda, misalnya dari industrinya, dari search engine itu seperti apa, case-nya itu apa dan sebagainya. Buatlah se-informatif mungkin dengan gaya bahasa yang diramu sedemikian rupa sehingga pas dengan selera mereka.

“Value apa yang harus kita lihat. Bukan value kita. Kalau kita pakai bahasa, maka carilah sesuatu bahasa yang mudah mereka pahami. Kata pailit dengan bangkrut itu kan dua hal yang berbeda ya, tapi market itu kadang pakai pailit kadang tidak paham. Masukin di artikel itu kata-kata bangkrut lalu kita mengerjakan prosedur yang se-alur dengan pailit. Itu jauh memudahkan mereka sehingga mereka bisa paham,” ujar Bimo.

Kedua, buatlah artikel menggunakan keywords yang banyak dicari. Menurut Bimo, dengan menentukan keyword karena digital present itu lebih keren. Makanya, Anda harus memastikan terlebih dahulu topik atau isu yang sedang atau ramai terjadi di masyarakat. Dengan memastikan topik atau isu tersebut maka akan memunculkan keyword yang dibutuhkan dan sedang dicari market atau klien Anda sehingga artikel hukum yang dibuat akan mendatangkan banyak visitor. “Jadi kita nulis artikel yang bakal ada keywords itu,” katanya.

Ketiga, buatlah outline tulisan dengan prinsip piramida terbalik. Dalam struktur piramida terbalik sebuah artikel dimulai dengan ringkasan atau klimaks dalam alinea pembukanya. Jadi, inti informasi penting (lead) ditulis pada alinea pertama. Kemudian dilanjutkan dengan body atau detail penting berupa penjelasan lebih lanjut dari unsur 5W 1H yang sepintas dijelaskan di lead atau paragraph pertama. Lalu, diakhiri dengan informasi tambahan yang berisi penjelasan lebih jauh, atau informasi latar belakang (background) atau hal-hal yang terkait dengan inti berita/ cerita di atasnya.

“jadi, harus memenangkan pembaca hati pembaca duluan. Kalau lawyer biasanya tulisan yang paling banyak dicari itu tentang how-nya, misalnya bagaimana pengurusan izin ini, itu dan sebagainya,” ujar Bimo.

Keempat, tumpahkan dulu semua ide berdasarkan point per point di outline. Elaborasi menyusul. Ketika ide sudah ada, cobalah untuk Anda tumpahkan semuanya ke dalam tulisan dalam bentuk poin per poin baru setelah itu dielaborasikan.

Kelima, banyak membaca agar mendapatkan input. Banyak menulis kalau tidak diimbangi dengan banyak membaca hanya akan menghasilkan tulisan yang kosong. Karena itulah, penting bagi lawyer menyisihkan waktu untuk membaca meski hanya sebentar. Membaca ibarat makanan bagi penulis, apa yang ia makan akan mempengaruhi tulisan yang dihasilkan. Maka, membaca adalah hal yang wajib untuk dilakukan lawyer jika ingin tulisanya lebih berisi.

Keenam, editing di akhir. Terkait dengan pengeditan, lawyer dapat memeriksa apakah ide-ide yang hendak disampaikan sudah tertuang dengan pasti dan jelas dalam artikel tersebut. Jangan sampai, maksud menyampaikan sejumlah ide, saran, atau masukan Anda tidak dapat dipahami atau membingungkan market atau klien Anda. Terlebih lagi, ejaan dan tata bahasanya juga harus benar.

Ketujuh, judul dibuat paling terakhir. Selain dibuat menarik, judul tidak perlu dibuat di awal tahapan menulis. Karena, isi konten yang telah dibuat dan diedit terkadang sudah tidak lagi sama sehingga judul harus diubah sesuai dengan gambaran isi dan tujuan yang telah ditulis lawyer. Oleh karena itu, membuat judul dapat dilakukan di proses terakhir dalam pembuatan artikel hukum. “Kalau mau bikin jangan buat judul di awal. Karena akan pusing mikirin judul lama tulisannya tidak jadi-jadi,” tukasnya.

(PHB)

 

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*