Digugat Pailit oleh Konsumen, Sentul City Menggugat Balik Konsumennya

0
1476
Digugat Pailit oleh Konsumen, Sentul City Menggugat Balik Konsumennya

Digugat Pailit oleh Konsumen, Sentul City Menggugat Balik Konsumennya

Sentul City menggugat balik konsumennya bernama Alfian Tito Suryansyah, yang sebelumnya mengajukan permohonan PKPU terhadap Sentul City, dengan gugatan perbuatan melawan hukum.

Setelah dua kali digugat pailit oleh konsumennya karena belum melakukan serah terima tanah dan bangunan, emiten properti PT Sentul City Tbk (“BKSL”)  menggugat balik Alfian Tito Suryansyah atas dugaan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kuasa hukum BKSL, Tantawi J. Nasution, menyatakan pihaknya telah melaporkan gugatan tersebut ke pengadilan dengan dengan nomor perkara 363/Pdt.G/2020/PN Cibinong. Gugatan tersebut dilakukan karena Alfian membatalkan secara sepihak rencana pertemuan untuk serah terima unit tanah dan bangunan dengan BKSL.

“Gugatannya perbuatan melawan hukum. Kami sudah mendaftarkan gugatan ini dengan nomor perkara 363/Pdt.G/2020/PN Cibinong,’’ sebut Tantawi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (6/12).

Sebelumnya, Alfian mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“PKPU”) terhadap BKSL karena belum melakukan serah terima tanah dan bangunan kepada Alfian yang menjadi objek Perjanjian Pengikatan Jual Beli (“PPJB”). Permohonan Alfian ini didaftarkan pada 13 November 2020 dengan nomor perkara 387/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Diketahui dalam PPJB tertanggal 6 Maret 2015 bahwa Alfian membeli unit tanah dan bangunan milik BKSL di Jalan Gunung Kelimutu Nomor 0078, Green Mountain, Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan harga jual beli sebesar Rp 901,73 juta.

Menurut Tantawi, gugatan PKPU dari Alfian tidaklah berdasar karena BKSL sudah mengirimkan undangan serah terima tanah dan bangunan sesuai dengan mekanisme serah terima otomatis yang tercantum dalam Pasal 7.5 PPJB 0090/GMT/PPJBT/SC/III/2015 tertanggal 6 Maret 2015.

Dalam Pasal tersebut disebutkan, apabila pembeli tidak memenuhi undangan serah terima dari BKSL selambat-lambatnya dalam jangka waktu 10 har,i maka dengan telah lewatnya waktu pembeli dianggap menyetujui serah terima tanah dan bangunan secara otomatis.

“Merujuk pada Pasal 7.5 tersebut, maka tindakan tergugat yang tidak memenuhi undangan serah terima tanah dan bangunan dari penggugat tertanggal 18 November 2020, maka tergugat dapat dianggap telah menyetujui serah terima tanah dan bangunan,” ungkap Tantawi.

Dengan demikian, berdasarkan perjanjian yang telah disepakati para pihak, serah terima unit berupa tanah dan bangunan oleh BKSL dengan Alfian telah selesai. Namun, bukannya memenuhi undangan, tergugat justru mengajukan permohonan PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Alfian bersikeras mengajukan permohonan PKPU dengan dasar gugatan BKSL tidak menyerahkan tanah dan bangunan di lokasi sesuai kesepakatan setelah dilunasi olehnya. Selanjutnya, Alfian menuding BKSL memiliki utang Rp901,73 juta kepadanya.

“Alasan tergugat ini jelas mengada-ada. Faktanya, penggugat sudah pernah mengundang tergugat untuk serah terima tanah dan bangunan pada tanggal 18 November 2020, tetapi undangan tersebut tidak dipenuhi oleh tergugat,” tuntas Tantawi.

 

AF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*