Indonesia-Singapura Sepakati Empat Perjanjian Untuk Memulihkan Ekonomi

0
219
Indonesia-Singapura Sepakati Empat Perjanjian Untuk Memulihkan Ekonomi

Indonesia-Singapura Sepakati Empat Perjanjian Untuk Memulihkan Ekonomi

Empat perjanjian tersebut berkaitan dengan investasi dan pencegahan penghindaran pajak dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian antara Indonesia dengan Singapura di masa pandemi.

Indonesia dan Singapura sepakat untuk meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral terkait dengan investasi dan pencegahan penghindaran pajak. Kesepakatan tersebut tertuang dalam empat buah perjanjian yang diumumkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartantanto dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indonesia-Singapura pada Kamis (15/10).

“Indonesia-Singapura sepakat untuk melakukan extraordinary efforts serta memunculkan terobosan kebijakan baru guna memastikan aspek protokol kesehatan yang ketat dan pemulihan perekonomian dapat terus berjalan beriringan,” ungkap Airlangga dalam keterangan tertulisnya.

Kesepakatan ini dilakukan oleh Airlangga Hartarto bersama dengan Menteri Chan Chun Sing untuk menyepakati empat perjanjian ekonomi. Empat perjanjian tersebut, antara lain ratifikasi Perjanjian Investasi Bilateral (Bilateral Investment Treaty/BIT) dan Perjanjian Koridor Pariwisata (Travel Corridor Agreement/TCA). Kemudian, Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan reformasi struktural Indonesia melalui Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Tidak hanya itu, pertemuan antara Indonesia dan Singapura juga untuk menyepakati laporan kemajuan kerja sama enam Working Groups (Joint Report to Leaders)  untuk dilaporkan dalam pertemuan kedua Kepala Pemerintahan yang akan datang. Enam Working Groups (WG) yang terdapat dalam laporan kemajuan kerja sama tersebut antara lain WG Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), WG Investasi, WG Transportasi, WG Pariwisata, WG Ketenagakerjaan, dan WG Agribisnis.

Adapun diketahui, kesepakatan ini dibuat dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian antara Indonesia dengan Singapura. Tidak hanya itu, diharapkan hasil dari kesepakatan ini dapat memperkuat dan meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral di tengah pandemi covid-19.

KEK Indonesia-Singapura

Kedua negara juga membicarakan pengembangan KEK di perbatasan, yaitu Batam Aero Technic di Indonesia dan Nongsa Digital Park di Singapura. Batam Aero Technic diketahui memiliki luas 30 ha dengan target investasi sebesar Rp6,2 Triliun dan diperkirakan akan menyerap 9.976 tenaga kerja.

Sementara luas Nongsa Digital Park 166,45 ha dengan target investasi Rp16 triliun dan potensi penyerapan 16.500 tenaga kerja. “Ditargetkan pada Desember 2020, kedua KEK tersebut sudah dapat memanfaatkan fasilitas dan insentif yang diberikan,” ucap Airlangga. 

Selain Batam Aero Technic, kedua negara juga bekerjasama di KEK Kendal. KEK tersebut diketahui memiliki potensi investasi mencapai Rp18,6 Triliun dan proyeksi penyerapan tenaga kerja mencapai 8.490 orang. Pembangunan KEK ini berorientasi untuk meningkatkan investasi di sektor ekonomi yang mengarah ke teknologi digital. 

 

AR

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*