KPPU Menjatuhkan Sanksi Denda Sebesar Rp3 M Kepada Lion Air Group

0
85
KPPU Menjatuhkan Sanksi Denda Sebesar Rp3 M Kepada Lion Air Group

KPPU Menjatuhkan Sanksi Denda Sebesar Rp3 M Kepada Lion Air Group

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan Sanksi denda sebesar Rp3 miliar kepada tiga perusahaan yang tergabung dalam Lion Air Group.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU, Deswin Nur, menjelaskan ketiga perusahaan di bawah Lion Air Group telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan praktek diskriminasi terkait dengan kerjasama penjualan kapasitas kargo dalam jasa pengangkutan barang dari beberapa bandara.

Tiga perusahaan itu adalah PT Lion Mentari (Terlapor I), PT Batik Air Indonesia (Terlapor II) dan PT Lion Express (Terlapor IV). Terdapat praktek kerjasama itu dilakukan di Bandara Hang Nadim ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Bandara Juanda, dan Bandara Kualanamu.

“Dalam putusan, KPPU menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp1 miliar kepada masing-masing Terlapor. Sehingga secara total, KPPU menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp3 miliar kepada Lion Air Group. Sementara terlapor lain, yakni PT Wings Abadi (Terlapor III) dinyatakan tidak melanggar, karena tidak memiliki jadwal penerbangan untuk rute yang menjadi objek pada perkara ini,” ujarnya Deswin melalui siaran pers, Senin (29/3/2021).

Deswin mengatakan perkara ini tercatat dengan nomor register 07/KPPU-I/2020. Kronologi kejadian bermula karena ada penumpukan kargo (barang, pos, dan kargo) di Bandara Hang Nadim, Batam pada periode Juli-September 2018.

“Dalam penyelidikan, KPPU memperoleh bukti adanya perjanjian kerjasama antara PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT Wings Abadi, selaku pelaku usaha angkutan udara niaga berjadwal yang menyediakan layanan jasa angkutan barang dari bandar udara tertentu ke bandar udara tujuan, dengan PT Lion Express yang merupakan perusahaan jasa pengiriman paket dan dokumen secara door to door ke seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan penerbangan Lion Air Group,” tambah Deswin.

Selain itu, KPPU juga menemukan adanya hak eksklusif atau eksklusivitas kepada PT Lion Express untuk penggunaan kapasitas kargo sebesar 40 ton per hari untuk 4 rute penerbangan yang telah disepakati.

KPPU berpendapat tindakan ini terbukti menutup atau mempersulit akses pengiriman barang bagi agen kargo yang terdaftar sebagai agen resmi selain PT Lion Express. Sehingga terpaksa menggunakan jasa kargo alternatif lain dan/atau perantara agen-agen kargo lain.

Perlakuan diskriminasi ini tidak berjalan efektif karena PT Lion Express tidak berhasil mengambil konsumen agen-agen kargo lain yang justru berpindah ke maskapai lain. Fakta di persidangan membuat Majelis Komisi memutuskan PT Lion Mentari, PT Batik Air Indonesia, dan PT Lion Express terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 19 huruf d Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Sementara itu, PT Wings Abadi tidak terbukti melanggar, karena tidak memiliki jadwal penerbangan untuk rute yang menjadi objek pada perkara ini.

RW

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*