Selain Merek Superman, Ini 5 Sengketa Merek yang Terjadi di Indonesia Selama Tahun 2020!

0
448
Selain Merek Superman, Ini 5 Sengketa Merek yang Terjadi di Indonesia Selama Tahun 2020!

Selain Merek Superman, Ini 5 Sengketa Merek yang Terjadi di Indonesia Selama Tahun 2020!

Mulai dari sengketa merek Superman hingga Ayam Geprek Bensu, terdapat beberapa sengketa merek lainnya yang terjadi di Indonesia selama Tahun 2020

Baru-baru ini, media dihebohkan dengan terjadi kembalinya sengketa atas merek Superman antara DC Comics dengan Wafer Superman. Berbeda dengan sebelumnya, sengketa merek tersebut kali ini dimenangkan oleh DC Comics.

Selain sengketa merek Superman, berikut lima sengketa merek yang terjadi di Indonesia selama tahun 2020.

Merek Helm Caberg SpA VS Merek Helm Caberg Lokal

Pada tanggal 03 Februari 2020, Caberg SpA, produsen helm asal Italia mengajukan gugatan terhadap penggunaan merek “Caberg” yang terdaftar di Indonesia sebagai merek lokal dengan No. IDM000381631 di Kelas 9 atas nama Arifin Daniel. Caberg SpA mengklaim bahwa mereka adalah pengguna nama “Caberg” yang sah, serta menuntut Caberg lokal untuk membatalkan penggunaan merek tersebut karena merugikan pihaknya dengan menimbulkan kebingungan di antara konsumen di Indonesia lantaran perbedaan harga yang signifikan antara helm Caberg lokal dengan helm Caberg milik Caberg SpA.

Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tanggal 07 September 2020 menolak gugatan terhadap merek Caberg milik Arifin Daniel dengan Nomor Register 06/Pdt.Sus-Merek/2020/PN Niaga Jkt.Pst. Majelis Hakim menilai bahwa merek Caberg milik Penggugat belum dapat dikategorikan sebagai merek terkenal, dan helm Caberg milik tergugat sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ayam Geprek Bensu Ruben Onsu VS Ayam Geprek Bensu Benny Sujono

Kasus ini bermula dari diajukannya gugatan oleh Ruben Onsu di Kepaniteraan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tanggal 22 Agustus 2019 dalam Register Nomor 57/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst. Dalam gugatannya, Ruben Onsu menggugat PT Ayam Geprek Benny Sujono dan mengklaim sebagai pemilik hak dan pendaftar pertama merek “Bensu” yang digunakan dalam usaha bisnis kulinernya.

Merek Bensu telah dimohonkan oleh Ruben sejak tanggal 03 September 2015 dan terdaftar pada tanggal 07 Juni 2018. Menurut Ruben, nama “Bensu” diambil dari singkatan namanya, yaitu Ruben Onsu

Ruben mengklaim tergugat telah menggunakan merek Bensu tanpa seizinnya untuk usaha kulinernya “I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr”.

“I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr” milik PT Ayam Geprek Benny Sujono yang didirikan oleh Yangcent, Kurniawan, dan Stefani Livinus telah beroperasi sejak 17 April 2017 hingga saat ini. Perusahaan tersebut telah mengajukan pendaftaran merek usaha “I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr” pada 03 Mei 2017.

Pemberian nama Bensu diberikan oleh ayah Yangcent yang bernama Benny Sujono atau yang dikenal dengan nama Bensu.

Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan bahwa PT Ayam Geprek Benny Sujono adalah pemilik dan pemakai pertama yang sah atas merek “I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr”

Pada 23 April 2020, Ruben Onsu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tersebut dengan Nomor Register 575 K/Pdt.Sus-HKI/2020. Namun, pada 20 Mei 2020 MA menolak kasasi tersebut.

Pada tanggal 06 Oktober 2020, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) resmi menghapus merek Geprek Bensu milik Benny Sujono dan Ruben Onsu melalui Surat Keputusan (SK) Nomor HKI.4-HI.06.06.03-10/2020.

PT Eigerindo Multi Produksi Industri “Eiger”  VS Eiger Budiman Tjoh

PT Eigerindo Multi Produksi Industri (MPI) tidak bisa menggunakan merek Eiger pada kaos kaki maupun ikat pinggang karena adanya merek Eiger yang didaftarkan oleh Budiman Tjoh sebagai merek kaos kaki dan ikat pinggang.

Pada sidang gugatan pertama atas penggunaan merek Eiger di Oktober 2019, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan gugatan dimenangkan Ronny Lukito. Namun, pada November 2019, pihak Budiman Tjoh kembali mengajukan permohonan kasasi ke MA yang disusul dengan kontra-memori kasasi dari Eigerindo MPI.

MA menolak kasasi tersebut. “Majelis Hakim juga memerintahkan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk melaksanakan pembatalan merek Eiger atas nama Budiman Tjoh,” ujar Legal Manager PT Eigerindo MPI, Handi Amijaya dalam keterangan tertulis pada Kamis (9/7).

Superman DC Comics VS Superman Wafer

Kuasa hukum PT Marxing Fam Makmur Fajar Nugraha mengatakan, awal mula terjadi sengketa merek Superman dengan DC Comics terjadi saat perusahaan komik asal AS mendaftarkan mereknya di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tahun 2017.

Pada tahun 1993, PT MArxing Fam Makmur telah mendaftarkan merek Wafer Cokelat Superman atau Wafer Superman Indonesia ke Kementerian Hukum dan HAM.

DC Comics menggugat PT Marxing Fam Makmur atas penggunaan merek Superman pada 2017 lalu di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 17/Pdt.Sus-HKI/Merek/2018/PN Niaga Jkt.Pst. kasus ini berlanjut hingga tingkat kasasi di MA dan dimenangkan oleh PT Marxing Fam Makmur.

Baru-baru ini, DC Comics akhirnya memenangkan gugatan atas sengketa merek Superman berdasarkan Putusan Nomor 29/Pdt.Sus/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst yang menyatakan merek “Superman” milik DC Comics sebagai merek terkenal. Selain itu, pengadilan menyatakan pendaftaran merek “Superman” atas nama PT Marxing Fam Makmur dilakukan atas dasar unsur itikad tidak baik.

GS Yuasa Corporation VS PT Golden Surya Jaya

Dalam persidangan yang berlangsung dari Juni 2020 lalu, MA memenangkan Perusahaan asal Jepang, GS Yuasa Corporation atas sengketa merek dengan PT Golden Surya Jaya untuk membatalkan merek GSJ oleh PT Golden Surya Jaya. Golden Surya Jaya sempat mengajukan kasasi, tetapi ditolak, sehingga MA menguatkan putusan Pengadilan Niaga.

MA menguatkan putusan Pengadilan Niaga atas dasar persamaan dengan merek terkenal GS dan itikad tidak baik.

GS Yuasa yang dikenal sebagai produsen accu atau Akumulator (Aki) ini, menilai pendaftaran merek dengan itikad tidak baik masih umum ditemukan di Indonesia. Banyak merek terkenal di berbagai industri yang menjadi sasaran pendaftaran merek dengan itikad tidak baik.

 

AP

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*