Sinarmas AM Minta Investor Tak Khawatir Atas Suspensi Pembelian dan Switching Reksa Dana oleh OJK

0
73
Sinarmas AM Minta Investor Tak Khawatir Atas Suspensi Pembelian dan Switching Reksa Dana oleh OJK

Sinarmas AM Minta Investor Tak Khawatir Atas Suspensi Pembelian dan Switching Reksa Dana oleh OJK

“Sembari itu, perseroan menegaskan bakal tetap melakukan komunikasi yang intensif dengan pihak regulator yaitu OJK”.

PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) melalui Direktur Sinarmas AM, Jamial Salim, memberikan pernyataan terkait suspensi produk reksa dana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Jamial, investor pun diminta tidak perlu khawatir karena suspensi beli dan switching dari OJK tersebut bersifat sementara.

“Manajemen mengakui produk reksa dana disuspensi antara lain karena terjadi volatilitas harga obligasi dan pengetatan likuiditas di pasar sehingga perseroan sulit mencapai harga jual wajar,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (26/5) lalu.

Jamial menuturkan, dengan demikian, saat ini Sinarmas AM mencatatkan harga aset yang lebih konservatif di bawah harga pasar yang tidak sesuai dengan ketentuan harga wajar sejumlah produk tersebut. 

Kendati demikian, Jamial optimis harga aset yang dimaksud akan pulih seiring dengan membaiknya kondisi pasar keuangan.

“Sembari itu, perseroan menegaskan bakal tetap melakukan komunikasi yang intensif dengan pihak regulator yaitu OJK,” ujarnya.

Jamial menegaskan, bagi nasabah yang ingin melakukan redemption, penjualan tetap dapat dilakukan setiap saat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di kantor cabang Sinarmas AM.

“PT Sinarmas Asset Management sebagai salah satu unit usaha di bawah pilar Sinarmas Financial Services bertanggung jawab sepenuhnya atas semua produk yang dipasarkan. Prioritas kami adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah,” tukasnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Presidium APRDI Prihatmo Hari Mulyanto mengakui belum mendapatkan informasi resmi mengenai masalah yang menimpa manajer investasi Grup Sinarmas. Namun, Ia mengingatkan, agar investor lebih kritis terhadap perusahaan manajer investasi (MI) dalam hal pengelolaan reksa dana.

“Saran saya, investor lebih kritis bertanya ke MI. Bagaimana kondisi portofolionya, strateginya, likuiditasnya, dan lain-lain,” kata Prihatmo kepada wartawan, Selasa (26/5) lalu.

Di luar beberapa skandal di industri reksa dana belakangan ini, Prihatmo mengingatkan investor bahwa masih banyak produk reksa dana yang dikelola sesuai regulasi dan mengutamakan integritas dan  menerapkan prinsip manajemen risiko yang kuat.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menghentikan sementara pembelian dan switching produk reksa dana. Kali ini, tujuh produk investasi kolektif milik Sinarmas Asset Management yang terkena suspensi beli sejak 20 Mei 2020.  Adapun produk reksa dana milik Sinarmas AM yang pembelian dan switching dibekukan sementara ialah: Danamas Pasti, Danamas Stabil, Danamas Rupiah, Danamas Rupiah Plus, Simas Saham Unggulan, Simas Syariah Unggulan, dan Simas Syariah Berkembang.

Hal itu terungkap dalam surat elektronik PT Bibit Tumbuh Bersama, salah satu agen penjual reksa dana Sinarmas Asset Management. 

“Dihentikan sementara untuk pembelian dan switching berdasarkan instruksi OJK dengan nomor S-452/PM.21/2020 yang telah dikirimkan ke sistem S-INVEST per 20 Mei 2020 pukul 21.01 WIB,” tulis Bibit dalam surel edaran kepada nasabah, Selasa (26/5) lalu.

Sebagai referensi, OJK juga melayangkan surat imbauan kepada MNC Asset Management terkait penyesuaian komposisi portofolio. Sebanyak 7 produk reksa dana kelolaan manajer investasi dari Grup MNC ini pun terkena suspensi untuk sementara.

Produk reksa dana milik Narada AM juga terkena suspensi lantaran perseroan mencatatkan gagal bayar pembelian efek dan kinerja reksa dana anjlok signifikan. PT Pratama Capital Asset Management juga mendapat hukuman serupa yakni suspensi produk reksa dana karena memiliki saham yang melewati batas aturan.

Selain itu, sanksi paling keras pernah diterima PT Minna Padi Aset Manajemen, yamang mana OJK meminta untuk membubarkan 6 produk reksa dana yang tidak sesuai aturan dan mewajibkan seluruh stakeholders yang terlibat untuk mengikuti penilaian kembali uji kelayakan dan kepatuhan.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*