3 Jurus Wishnutama dalam Upaya Recovery Ambruknya Industri Pariwisata Akibat Covid-19
Tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi merupakan tiga tahapan Kemenparekraf bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif guna merespon dampak Covid-19.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tiga tahapan strategis bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. Diharapkan, langkah itu bisa mengurangi berbagai kerugian akibat wabah Covid-19. Hal ini disampaikannya dalam diskusi virtual dengan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Jakarta, Selasa (7/4) lalu. Adapun tahapan-tahapan tersebut sebagai berikut:
Pertama, Tanggap Darurat
Di tahap ini Wishnutama mengatakan, pihaknya terus memberikan support kepada tenaga kesehatan untuk menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi. Karena, tenaga kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19 agar tidak meluas.
“Untuk itu kita perlu support yang luar biasa juga dari berbagai pihak. Selain berkoordinasi dengan K/L (Kementerian dan Lembaga) dan berbagai pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah untuk mendukung industri atau pelaku pariwisata Indonesia,” katanya.
Kedua, Pemulihan
Ia menuturkan, pada tahap ini yaitu pihaknya akan melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan K/L lain untuk mengidentifikasi dampak secara detail akibat wabah Covid-19. Selanjutnya, memberikan dukungan kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari sisi ketenagakerjaan, utilitas, keringanan retribusi, relaksasi pinjaman, pemanfaatan kartu pra kerja, hingga pelatihan online untuk SDM.
Ketiga, Normalisasi
Wisnu akan melakukan promosi kembali baik di dalam maupun luar negeri, hingga menyiapkan insentif untuk industri pariwisata sekaligus pelaku ekonomi kreatif. Kemenparekraf juga akan kembali menyusun keterlibatan dalam agenda-agenda internasional dan kalender kegiatan nasional untuk menunjang wisata. Selanjutnya, kembali membenahi destinasi khususnya dari sisi keamanan dan keselamatan, sumber daya manusia, serta daya tarik setiap destinasi.
“Dan yang harus kita pelajari nantinya adalah bagaimana psikologis para traveler yang berbeda-beda. Ada yang trauma dengan wabah Covid-19 ini. Ada juga traveler karena terlalu lama di rumah sudah ingin cepat-cepat keluar untuk berwisata. Kita ingin psikologi dan pandangan traveler yang seperti ini yang berkembang,” katanya.
Selain tiga tahapan di atas, Wisnu juga menyampaikan, terkait langkah awal pasca-pemulihan nantinya, Wishnutama menekankan pentingnya untuk lebih dahulu memobilisasi wisatawan nusantara.
Kemenparekraf juga telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membentuk Pusat Krisis Terintegrasi. Semua itu untuk mengumpulkan masukan, data, keluhan, dan sebagainya sebagai dasar pertimbangan pengambilan kebijakan dalam upaya penanganan di situasi tanggap darurat saat ini.
“Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19 di seluruh daerah,” tukasnya.
Terakhir, Wisnu menjelaskan, PKT bersama Pemda akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi Covid-19.
“Selain itu juga membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan,” katanya.
1.266 Hotel Tutup
Pada kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyampaikan, dari data yang masuk ke PHRI saat ini terdapat 1.266 hotel yang terpaksa tutup di tiga puluh satu provinsi.
Menurutnya, meski belum ada data spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak penutupan hotel, ia memperkirakan sebanyak lebih dari 150 Ribu karyawan yang berstatus cuti di luar tanggungan perusahaan.
“Kami terkendala di pendataan, pihak restoran masih banyak yang belum masuk. Data pekerja yang memenuhi standar untuk mendapat bantuan hingga saat ini baru berkisar 74.101. Data tersebut kami prediksi bisa melebihi dari data karyawan yang masuk saat ini,” katanya.
Travel Agent Kurangi Gaji Karyawan Sebanyak 25%
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati menjelaskan, sejauh ini, pihaknya terus memonitor semua travel agent anggotanya yang berjumlah sekitar 7.000 di 34 provinsi. Serta terus berkoordinasi dengan seluruh DPD ASITA seluruh Indonesia untuk memantau perkembangan dampak dari wabah Covid-19 ini.
“Jadi mulai sekarang sudah ada yang mengurangi gaji karyawan sebanyak 25%. Bahkan travel sudah mengatakan, kalau keadaan seperti ini terus bisa sampai 50%. Alhamdulillah ada beberapa travel yang tidak mengurangi karyawan atau tidak melakukan PHK,” katanya.
SF







































