Yozua Makes: Menerjemahkan Presisi Hukum Menjadi Kehangatan Plataran

Yozua Makes: Menerjemahkan Presisi Hukum Menjadi Kehangatan Plataran
Sumber Gambar: Prestige Singapore

Nama Yozua Makes selama puluhan tahun lebih akrab dengan dunia hukum korporasi. Ia dikenal sebagai pendiri Makes & Partners, firma hukum yang berdiri sejak 1993 dan banyak menangani transaksi merger dan akuisisi, pasar modal, investasi asing, hingga transaksi lintas negara. Pengalamannya di bidang hukum korporasi telah berjalan lebih dari tiga dekade.

Namun, perjalanan Yozua ternyata tidak berhenti di ruang rapat, dokumen transaksi, ataupun meja negosiasi. Bersama istrinya, Dewi Makes, ia justru memasuki dunia yang sangat berbeda yakni hospitality dan pariwisata.

Dari perjalanan itulah lahir Plataran Indonesia, bisnis yang kini identik dengan hotel, resort, restoran, venue, dan pengalaman hospitality yang membawa unsur budaya serta alam Indonesia.

Baca Juga: Merek Lupa Diperpanjang? Mengenal Risiko Expired Trademark

Karier Panjang di Dunia Hukum Korporasi

Jauh sebelum dikenal sebagai pebisnis hospitality, Yozua telah membangun namanya sebagai corporate lawyer. Ia mendirikan Makes & Partners pada 1993 dan kemudian berkecimpung dalam berbagai bidang seperti capital markets, corporate finance, project finance, foreign investment, serta merger dan akuisisi lintas negara.

Latar belakang akademiknya juga sangat dekat dengan dunia hukum dan bisnis. Yozua merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, kemudian menempuh pendidikan Master of Laws di University of California, Berkeley, serta meraih gelar doktor dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Jejak tersebut membuat perjalanan Yozua menuju bisnis hospitality terasa tidak biasa. Tidak ada riwayat panjang sebagai hotelier, chef, ataupun profesional pariwisata yang menjadi pintu masuknya.

Plataran Berawal dari Percakapan dengan Sang Istri

Sekitar 2009, Yozua dan Dewi Makes mulai membangun Plataran. Dalam wawancara yang dipublikasikan Plataran Indonesia pada 2026, Yozua bahkan menggambarkan kemunculan bisnis tersebut sebagai sesuatu yang terjadi secara tidak terduga. Ia mengakui bahwa dirinya dan sang istri saat itu tidak memiliki pendidikan maupun pengalaman khusus di bidang hospitality. 

Muncul ke permukaan satu hal yang menjadi benang merahnya yani keinginan untuk membangun sesuatu di Indonesia.

Dalam wawancara lain, Yozua bercerita bahwa percakapan bersama istrinya ketika berada di sebuah vila di Bali ikut mengubah cara mereka melihat investasi. Setelah percakapan mengenai Indonesia sebagai tempat yang pada akhirnya mereka anggap sebagai rumah, keduanya memutuskan menarik investasi yang berada di luar negeri dan mencari bidang yang dapat memberikan kontribusi di Indonesia. 

Dari pencarian tersebut, hospitality menjadi pilihan. Bukan karena mereka telah menguasai industrinya, melainkan karena keduanya melihat ruang untuk membangun sesuatu yang merepresentasikan Indonesia.

Kalimat “We Love Indonesia” kemudian menjadi salah satu gagasan yang berkali-kali digunakan Yozua untuk menjelaskan semangat di belakang Plataran. 

Lahirlah Hotel dan Restoran

Perjalanan itu kemudian membawa Plataran berkembang melampaui satu properti. Brand tersebut merambah hotel dan resort, restoran, venue hingga berbagai pengalaman hospitality dengan identitas Indonesia sebagai benang merahnya.

Menariknya, cara Yozua melihat pariwisata juga tidak berhenti pada persoalan menjual kamar atau makanan. Dalam berbagai kesempatan, ia menempatkan budaya, alam, dan identitas Indonesia sebagai bagian penting dari bagaimana Plataran membangun pengalaman bagi pengunjung.

Perjalanan bisnis tersebut kemudian memperoleh pengakuan ketika Yozua Makes terpilih sebagai EY Entrepreneur Of The Year Indonesia 2023. Namun, kisah di belakang Plataran mungkin lebih menarik daripada sekadar penghargaan tersebut, dimana seorang pengacara korporasi memasuki industri yang tidak pernah dipelajarinya secara formal, lalu menjadikannya salah satu bagian penting dari perjalanan profesionalnya.

Plataran pada akhirnya memperlihatkan sisi lain Yozua Makes yang berbeda dari reputasinya di dunia hukum.

Dua Dunia yang Bertemu dalam Satu Perjalanan

Sekilas, hukum korporasi dan hospitality berada di dua ujung yang berbeda. Yang satu dipenuhi kontrak, regulasi, negosiasi, serta kalkulasi bisnis. Yang lainnya berkaitan dengan pengalaman, pelayanan, budaya, rasa, dan bagaimana sebuah tempat meninggalkan kesan.

Namun, perjalanan Yozua Makes memperlihatkan bahwa seseorang tidak selalu harus berhenti pada satu identitas profesional.

Lebih dari tiga dekade setelah mendirikan firma hukumnya, Yozua tetap dikenal sebagai salah satu praktisi senior di bidang corporate law dan transaksi bisnis Indonesia. Pada saat yang sama, sejak 2009 ia bersama Dewi Makes membangun Plataran sebagai usaha hospitality yang membawa visi mereka mengenai Indonesia. 

Dari meja hukum menuju hotel, resort, dan restoran, jalurnya memang tidak linear. Tetapi justru di sanalah kisah Yozua Makes menjadi menarik: karier yang dibangun dengan keahlian hukum bertemu dengan bisnis yang lahir dari kecintaan terhadap Indonesia.

(RED)

Dipromosikan