Human Resources atau yang juga dikenal dengan Human Capital lahir dari sebuah proses panjang dimulai pada 1901, dimana perusahaan The National Cash Register Co membentuk unit kerja HRD untuk pertama kalinya di Amerika Serikat. Pengelolaan tenaga kerja pada era abad ke-19 yang ditandai dengan awal munculnya mesin uap yang diciptakan oleh James Watt telah mendorong pertumbuhan era industri.
Namun, pada abad itu, tenaga kerja masih dianggap sebagai beban cost perusahaan dan hanya dipandang sebagai objek, bukan sebagai subjek. Pada zaman ini pula konsep pemberdayaan manusia dengan nama personnel management (manajemen personalia) mulai dikenalkan. Penerapan manajemen personalia ini perlahan mulai berakhir pada tahun 1960 – 1970 dikarenakan kebutuhan dalam industri semakin kompleks.
Sistem pengelolaan tenaga kerja kemudian beralih kepada konsep Human Resources Management atau Sumber Daya Manusia (SDM), dimana pekerja dipandang sebagai asset perusahaan. Pada era ini berkembang banyak teori mengenai manajemen SDM. Pada awal tahun 2000-an dimulailah perkembangan dari manajemen SDM dan terbentuklah bentuk baru bernama human capital management atau manajemen modal insani. Tidak begitu banyak penjelasan mengenai manajemen modal insani karena banyak kemiripan dengan manajemen SDM. Namun, manajemen modal insani menekankan pekerja lebih dari sekadar aset, melainkan strategic partner.
Dewasa ini, tantangan para praktisi HR semakin kompleks dan rumit. Sebagai strategic partner, mereka dituntut untuk menjadi problem solver untuk setiap permasalahan yang menyangkut mengenai tenaga kerja. HR tidak hanya menghadapi tantangan dari internal factor namun external factor challenge menjadikan permasalahan semakin kompleks. Ketika berbicara mengenai tenaga kerja, maka tidak dapat dilepaskan dari aturan dan regulasi ketenagakerjaan yang menjadi payung hukum penyelenggaraan hubungan kerja di Indonesia.
Dengan bergesernya peradaban di era milinea yang ditandai dengan era digitalisasi yang semakin kencang, aturan dan regulasi ketenagakerjaan pun seyogyanya selaras sejalan menjawab tantangan dunia baru. Namun yang terjadi, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUTK) bagi sebagian kalangan dipandang kurang sejalan dengan perkembangan zaman.
Sebagai contoh, di dalam UUTK hubungan kerja terdiri dari status Pegawai Tetap (PKWTT) dan Pegawai Kontrak (PKWT), sehingga ketika dunia bisnis berubah kearah trend start up company dan digitalisasi maka para praktisi pun berbondong-bondong “menyiasati” regulasi dengan tujuan agar bisnis tetap berjalan dengan baik dan tidak menyalahi ketentuan perundangan yang berlaku.
Sebagai contoh, para pengemudi ojek dan taksi online, apakah termasuk ke dalam kategori hubungan kerja atau kemitraan? Atau di dunia asuransi sudah lazim berlaku konsep kemitraan dengan para agent insurancenya. UUTK pun diharapkan mampu lebih fleksibel dalam menghadapi beragam perkembangan hubungan kerja saat ini. Bila semua pihak masih terpaku kepada konsep dan paradigm lama maka perkembangan HR lambat laun akan mencapai titik epilog dari sebuah naskah cerita tentang bagaimana kita mengelola dan memajukan negeri melalui pengembangan Human Resources yang matang.
Apabila tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai pembahasan seputar HR, maka acara ini menjadi salah satu acara berikut sangat tepat untuk dihadiri, yakni 1st Indonesia HR Journey & Expo 2017 yang bertema “How To Stay Relevant in The Future?” yang terinspirasi dari conference Technology, Entertainment, Design (TED).
Kegiatan yang akan berlangsung pada 3-4 Oktober 2017 mendatang ini akan menghadirkan berbagai macam pembicara yang merupakan tokoh-tokoh KEY PERSON dalam setiap bidangnya dari 3 elemen utama yaitu Pemerintahan (Eksekutif), Lembaga Hukum (Yudikatif) dan DPR (Legislatif) serta para expertise ataupun praktisi di dunia HR. Sebagai agent of sharing experience, penyelenggara kegiatan ini bermaksud memfasilitasi terjadinya proses pembelajaran timbal balik antara peserta dan narasumber.
Untuk informasi pendaftaran dan benefit yang akan didapatkan apabila mengikuti workshop 1st Indonesia HR Journey & Expo 2017, dapat menghubungi Wenny di nomor 0822-1195-8277.
(LY)








































