Amex, Visa, dan Mastercard Hentikan Layanan di Rusia
Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan penangguhan terhadap seluruh operasional mereka di Rusia sebagai bentuk protes atas tindakan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina.
Berbagai pihak menyayangkan tindakan Rusia terhadap Ukraina, termasuk perusahaan-perusahaan finansial yang ada seperti Visa, Mastercard, dan American Express (Amex).
Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan penangguhan terhadap seluruh operasional mereka di Rusia sebagai bentuk protes atas tindakan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina.
Saat ini, pengguna kartu debit maupun kredit dari perusahaan tersebut masih dapat menggunakan kartu untuk melakukan pembelian di Rusia sampai mencapai tanggal kadaluarsa. Tetapi untuk kartu Visa, Amex, dan Mastercard yang dikeluarkan di luar negeri tidak akan berfungsi di toko offline dan/atau ATM di Rusia.
“Ini merupakan langkah-langkah tambahan dari sebelumnya yang telah kami ambil, termasuk menghentikan hubungan kami dengan bank-bank di Rusia yang terdampak sanksi AS dan juga pemerintah negara-negara di dunia,” tulis Amex pada pernyataan resminya.
Tidak hanya tindakan tersebut, Ketua dan CEO Amex Stephen Squeri pada memonya menyebut bahwa perusahaan tidak akan mempekerjakan siapapun di Ukraina yang secara langsung memiliki banyak rekan kerja Rusia. Tidak hanya Rusia, Squeri juga menegaskan akan melakukan pengakhiran operasional dan layanan kartu kredit Amex di Belarusia.
Mastercard juga mengambil langkah tegas dengan menangguhkan seluruh layanan jaringan pembayaran di Rusia. Kartu kredit yang diterbitkan oleh bank Rusia dengan jaringan Mastercard juga tidak dapat berfungsi.
“Rekan-rekan kami, pelanggan kami, telah terpengaruh dengan cara yang tidak dapat kami bayangkan. Keputusan memblokir beberapa lembaga keuangan dari jaringan pembayaran Mastercard seperti yang dipersyaratkan oleh regulator secara global,” jelas Mastercard.
Mastercard menyampaikan kesedihannya mengingat perusahaan tersebut sudah beroperasi lebih dari 25 tahun di Rusia. Walaupun demikian, perusahaan akan tetap membayar upah 200 staf yang ada di sana. Visa juga mengambil tindakan tegas untuk mematuhi sanksi yang diterapkan.
“Perang ini menjadi ancaman berkelanjutan terhadap perdamaian dan stabilitas, serta menuntut kami merespons sesuai dengan nilai-nilai kami. Kami menyesalkan dampak dari langkah yang kami ambil terhadap klien, mitra, merchant, dan para pemegang kartu yang kami layani di Rusia,” ucap bos Visa, Al Kelly.
Pembayaran Alternatif
Analis pasar senior di Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter, menjelaskan bahwa langkah perusahaan-perusahaan tersebut terjadi setelah pemutusan bank-bank Rusia dari sistem pembayaran SWIFT dan penurunan kurs mata uang Rubel.
“Nasabah bank di Rusia mungkin dapat terus menggunakan kartu sampai durasi kedaluwarsa berakhir, tetapi boikot membuat orang Rusia di luar negeri akan menghadapi pembayaran mereka ditolak,” ucap Susannah.
Susannah juga menjelaskan bahwa bank-bank Rusia akan menggunakan UnionPay China sebagai sistem pembayaran alternatif karena jangkauan yang cukup luas di dunia.
“Tapi hal itu akan memakan waktu yang sangat panjang untuk mengeluarkan kembali jutaan kartu, dan akan menambah gejolak keuangan di negara ini,” jelasnya.
Sebagai tambahan informasi, semenjak 2015 pemerintah Rusia sudah mewajibkan bagi seluruh transaksi pembayaran domestik diproses di dalam negeri karena pernah terjadi penangguhan operasi oleh Visa dan Mastercard di Krimea.
Bank Rusia mulai mengeluarkan kartu dengan sistem UnionPay dan Mir Rusia agar dapat mengurangi dampak bagi konsumen.
FDW








































