Bali Pasca Pandemi: Usaha Perbaikan Ekonomi Melalui Peningkatan Nilai Ekspor
Ekspor Bali pada bulan Oktober 2021 mencatatkan nilai 49.413.807 USD dengan Amerika Serikat sebagai negara tujuan ekspor paling tinggi.
Bali merupakan salah satu wilayah Indonesia yang sangat terkenal sebagai destinasi pariwisata. Melandanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pada pembatasan aktivitas masyarakat secara besar-besaran tentu berdampak besar terhadap roda perekonomian Bali.
Dalam acara Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali, Presiden RI Joko Widodo (3/12) kemudian membahas bahwa Bali perlu melakukan transformasi perekonomian besar-besaran agar tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata.
Jokowi menyampaikan tiga hal yang perlu dilakukan untuk transformasi perekonomian tersebut. Pertama, peningkatan diversifikasi ekonomi yang tidak bergantung pada satu sektor saja. Kedua, reformasi industri pariwisata yang menyesuaikan dengan keadaan darurat pandemi. Ketiga, transformasi pariwisata dari mass tourism menjadi green tourism.
Adapun terhadap upaya peningkatan diversifikasi ekonomi, sektor lain yang diharapkan dapat dikembangkan dari Bali selain sektor pariwisata adalah melalui ekspor produk.
Nilai Ekspor Mulai Alami Peningkatan
Terhadap upaya perbaikan ekonomi Bali, sebenarnya telah terdapat perbaikan pada sektor ekspor. Kepala BPS Bali Hanif Yahya (1/12) menyampaikan bahwa nilai ekspor Bali tercatat mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada bulan Oktober 2021 lalu.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor bali untuk bulan Oktober 2021 adalah sebesar 49.413.807 USD. Angka tersebut naik 20,96 persen dari nilai ekspor bulan September 2021, dan naik 22,13 persen dari bulan Oktober 2020.
Selain itu, Bali untuk pertama kalinya melakukan ekspor ke Amerika Samoa yang menghasilkan sekitar 3,65 persen dari keseluruhan nilai ekspor bulan Oktober. Nilainya diperkirakan mencapai 1,8 juta USD.
“Tujuan ke American Samoa adalah yang pertama, sebelumnya belum ada,” ujar Hanif Yahya.
Hanif menjelaskan bahwa American Samoa menempati urutan kelima dari tujuan ekspor bali. Adapun tujuan ekspor dengan peningkatan paling tinggi adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai 20,3 USD.
Nilai tersebut naik sekitar 58,94 dari nilai ekspor Bali ke Amerika Serikat pada Oktober 2020.
“Kenaikan nilai ekspor didominasi oleh produk kopi, teh dan rempah-rempah,” ujar Hanif Yahya. Peningkatan nilai ekspor juga tercatat pada produk ikan, krustasea, dan moulska.
Tujuan ekspor Bali lainnya adalah Australia yang menghasilkan 4,9 juta USD, Tiongkok 2,9 juta USD, dan Jepang dengan nilai ekspor 1,9 juta USD.
PNW








































