Dampak Ekonomi Keputusan Rusia Tarik Pasukan Militer dari Ukraina

Dampak Ekonomi Keputusan Rusia Tarik Pasukan Militer dari Ukraina
Image Source by sindonews.com

Dampak Ekonomi Keputusan Rusia Tarik Pasukan Militer dari Ukraina

“Harga minyak mentah dunia anjlok dan mata uang bergerak menguat setelah Rusia tarik pasukan militer dari perbatasan Ukraina.”

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah terjadi sejak lama. Dikabarkan akan terjadi perang antara Rusia dan Ukraina. Namun saat ini Rusia menarik beberapa pasukan militer yang berada dekat dengan perbatasan kembali ke pangkalan mereka.

Penarikan pasukan yang dilakukan oleh Rusia dari perbatasan Ukraina tersebut menyebabkan harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 3%. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) merosot 3,6% menjadi USD92,07 per barrel.

“Aksi ambil untung dengan komoditas minyak tidak dapat dihindari setelah Rusia menyatakan beberapa pasukan mulai kembali ke pangkalan reguler mereka usai menyelesaikan latihan,” ujar Ed Moya Analis Pasar Senior Oanda (16/2).

Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa tindakan pasukan militer di dekat Ukraina hanya sebatas melakukan latihan militer. Kembalinya pasukan militer ke pangkalan tersebut dilakukan karena unit di distrik wilayah Selatan dan Barat telah menyelesaikan latihan militer 

Selain itu, dengan ditariknya pasukan militer Rusia dari perbatasan Ukraina tersebut juga menyebabkan nilai tukar rupiah naik 0,14% menjadi Rp14.280 per dolar AS pada perdagangan pasar sport 16 Februari 2022.

Mayoritas mata uang di Asia juga bergerak menguat. Tercatat dolar singapura naik 0,07%, won Korea Selatan naik 0,23%, peso Filipina naik 0,13%.

Analis pasar uang Ariston Tjendra menyatakan nilai tukar rupiah akan menguat hari ini setelah pemerintah Rusia mengumumkan menarik sebagian pasukan militer dari perbatasan Ukraina. 

“Pengumuman ini paling tidak sedikit menurunkan ketegangan antara Rusia dengan NATO. Walaupun demikian NATO masih waspada menunggu sikap selanjutnya Rusia untuk tidak menyerang Ukraina,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia (16/2). 

Dampak terhadap perekonomian dunia

Kepala strategi ekuitas AS Morgan Stanley Michael Wilson menyatakan bahwa potensi invasi Rusia ke Ukraina dapat mendorong ekonomi global kedalam resesi.

“Lonjakan harga energi akan menghancurkan permintaan, dalam pandangan kami dan mungkin mengarahkan beberapa ekonomi dunia ke dalam resesi secara langsung,” ujarnya dikutip dari bisnis.com (16/2).

Selain itu, jika konflik antara Rusia dan Ukraina terus terjadi pengiriman gandum akan terhenti. Padahal diketahui bahwa Rusia dan Ukraina menyumpang hampir 40% pasokan gandum global.

Rusia yang merupakan produsen nikel terbesar ketiga di dunia yang mengeksplor 50% nikel di seluruh dunia pun juga berdampak jika Rusia dan Ukraina berperang.

 

VWS

Dipromosikan