Habiskan Amunisi Greenshoe, Saham GOTO Masih Anjlok
“Untuk menjaga stabilitas harga saham, PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) telah menggunakan 100 persen greenshoe untuk menjaga harga sahamnya agar tetap stabil.”
Pada awal April lalu, GoTo baru saja melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) secara besar-besaran. GoTo menawarkan Rp 46,7 miliar saham baru Seri A dengan harga IPO sebesar Rp 338 per saham. Dari hasil IPO tersebut, GoTo memperoleh total dana segar hingga mencapai Rp 15,8 triliun.
Dalam proses IPO tersebut, GoTo menggunakan mekanisme greenshoe. Greenshoe merupakan mekanisme yang digunakan untuk menjaga stabilisasi untuk menjaga harga saham agar tidak turun.
GoTo menunjuk PT CGS-CIMB Sekuritas sebagai agen stabilisasi saham. Dalam proses IPO, PT CGS-CIMB Sekuritas membeli 6,09 miliar saham atau 100% dari anggaran saham greenshoe yang artinya seluruh amunisi greenshore telah habis digunakan oleh GoTo.
Namun, upaya greenshoe yang dilakukan oleh GoTo tidak berhasil menjaga stabilitas harga saham GoTo. Pasalnya, sejak dilakukannya IPO, saham GoTo semakin mengalami pelemahan ke level Rp 300 per saham.
Hingga data terakhir yang dikeluarkan oleh RTI, saham GoTo anjlok hingga 6,4 persen di level Rp 290 per saham yang artinya angka ini sudah menuju batas auto rejection bawah atau ARB.
Menanggapi hal ini, Vice President Infovesta, Wawan Hendrayana menyarankan investor untuk terus mencermati laporan keuangan GoTo meskipun masih dalam tingkat kerugian. Menurut Wawan, GoTo dipandang memiliki potensi dan prospek yang baik.
MH








































