Indo Premier Investment Management Catatkan Reksadana ETF Baru di Bursa Efek Indonesia
“ETF bisa menjadi alternatif investasi bagi pemodal di tengah pasar yang sedang dinamis saat ini”.
Selasa (23/6) lalu, PT Indo Premier Investment Management (IPIM) melangsungkan pencatatan perdana reksadana Exchange Traded Fund (ETF) terbaru berbasis indeks IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagaimana diketahui, ETF adalah produk reksadana yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan setiap saat selama jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Direktur IPIM, Suwito Haryanto mengatakan, reksadana ETF Index IDX30 menjadi produk sejenis ke-13 yang diluncurkan perseroan dalam rentang 12 tahun terakhir. Menurutnya, instrumen tersebut diperdagangkan dengan kode XIID.
“ETF bisa menjadi alternatif investasi bagi pemodal di tengah pasar yang sedang dinamis saat ini. Selain itu, ETF juga memberikan transparansi maksimal dari isi portofolionya serta memberikan keleluasaan bagi investor untuk bertransaksi setiap saat sepanjang jam bursa,” katanya pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta.
Suwito menuturkan, sebagai pengelola reksadana ETF terbesar di Indonesia, pihaknya terus menggali ide-ide produk baru yang memberikan kemudahan bagi investor.
“Tidak hanya mudah dalam pelaksanaan eksekusinya, namun juga memberikan kemudahan bagi investor dalam penyusunan portofolio mereka menggunakan ETF yang disediakan,” tukasnya.
Di tempat yang sama, Direktur PT Indo Premier Sekuritas, Alex Salim mengatakan, ETF saat ini sedang digemari oleh para investor baik ritel maupun institusi. Menurutnya, instrumen tersebut menawarkan kemudahan transaksi dengan berbagai kelebihan seperti real time, likuiditas sesuai dengan kedalaman pasar, transparan, dan efisien.
Alex menerangkan, adapun keunggulan lain yang bisa didapatkan dengan berinvestasi pada ETF atau reksadana bursa adalah:
Pertama, investor tidak terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari.
“Karena perdagangan dapat dilakukan selama jam perdagangan di BEI menggunakan indikatif NAB,” ujarnya.
Kedua, untuk ETF Saham, diversifikasi dapat dilakukan secara seketika.
“Karena ETF tersebut terdiri dari portofolio saham unggulan sehingga mampu mengurangi gejolak volatilitas dan risiko investasi pada satuan saham. Ini sangat bermanfaat bagi para investor saham, di mana instrumen investasi seperti saham secara natural memiliki volatilitas cukup tinggi, apalagi mengingat kondisi pasar terkini,” tutupnya.
Di acara yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dengan tercatatnya reksadana ETF berbasis index IDX30 ini, diharapkan memberikan inspirasi untuk para manajer investasi lainnya dalam menerbitkan tema ETF yang menarik, sehingga dapat memikat para investor.
Sebagai referensi, dikutip dari situs resminya dalam peluncuran produk ini, IPIM kembali menggandeng Deutsche Bank AG, cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai Dealer partisipan. Bagi Deutsche Bank AG, cabang Jakarta, penunjukan sebagai Bank Kustodian kali ini merupakan mandat Bank Kustodian Reksadana yang ke-tiga belas dari IPIM, dimana dua belas diantaranya adalah reksadana ETF.
Sebelumnya, IPIM pernah meluncurkan produk ETF berbasis index IDX30 dengan kode XIIT di tahun 2012. Kini XIIT telah memiliki dana kelolaan sebesar Rp2 Triliun dan dapat tercatat sebagai ETF saham yang terbesar di Indonesia. Sementara itu, indeks IDX30 sudah menjadi indeks yang paling dipercaya dalam industri dengan total dana kelolaan hampir mencapai Rp7 Triliun.
SF








































