OJK Pastikan Kookmin Bank Sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin
“Saat ini, sedang dilakukan proses finalisasi secara legal dan administratif menindaklanjuti persetujuan prinsip dari OJK terkait dengan Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin”.
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, menegaskan bahwa Kookmin Bank telah melakukan penempatan dana di escrow account per tanggal 11 Juni 2020 sesuai komitmen Kookmin Bank. Hal itu disampaikannya melalui press release nomor SP-44/DHMS/OJK/VI/2020 di Jakarta, Senin (15/6) kemarin.
“Saat ini, sedang dilakukan proses finalisasi secara legal dan administratif menindaklanjuti persetujuan prinsip dari OJK terkait dengan Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin,” katanya.
Anto mengatakan, terkait dengan berita dari beberapa media online yang beredar pagi ini dengan judul OJK “Kookmin Bank Gagal Mengatasi Masalah Likuiditas Bukopin”, bahwa berita tersebut tidak benar karena mengambil sumber secara tidak sah.
“Surat tertanggal 10 Juni 2020 tersebut merupakan surat yang sangat rahasia dan hanya ditujukan kepada pihak-pihak berwenang serta tidak diperuntukkan untuk media dan publik. Selain itu, Kookmin Bank sudah merealisasikan komitmennya dengan penyetoran dana ke Bank Bukopin tanggal 11 Juni 2020, sehingga kembali kami tegaskan berita tersebut tidak benar,” lanjutnya.
Anto menuturkan, sementara itu dapat dijelaskan berkaitan dengan surat yang beredar tertanggal 10 Juni 2020. Menurutnya, surat tersebut disampaikan kepada seluruh pemegang saham baik itu Kookmin Bank yang memiliki saham 22 persen maupun pemegang saham lainnya saat itu. Katanya, surat tersebut untuk melaksanakan komitmen dan/atau kesanggupan dalam rangka memenuhi kebutuhan likuiditas dan permodalan Bank Bukopin.
“Jika pemegang saham tidak dapat memenuhi komitmennya maka kelak atas investor yang akan masuk, pemegang saham tidak dapat menghalangi investor tersebut untuk memperbaiki kondisi Bank Bukopin,” ungkapnya.
Lebih lanjut Anto menjelaskan, atas dasar surat dimaksud, Kookmin Bank merespon dengan cepat dan menempatkan dana sebesar USD 200 Juta yang selanjutnya Bank Bukopin segera menyelenggarakan RUPS dan RUPSLB mengenai penetapan Kookmin Bank menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin diatas 51 persen.
“Hal ini merupakan komitmen merealisasikan penguatan permodalan dan likuiditas yang dibutuhkan Bank Bukopin serta menciptakan peluang bisnis-bisnis baru ke Indonesia. Sehingga masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan berita yang memuat surat tanggal 10 juni 2020 yang sudah tidak sesuai dengan kondisi terakhir,” bebernya.
Anto mengungkapkan, OJK mendukung Kookmin Bank sebagai investor dan memantau pelaksanaan RUPS dan RUPSLB masuknya Kookmin Bank yang akan menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin.
“Selain itu, OJK mengharapkan kerjasama media massa untuk melakukan konfirmasi kepada OJK jika terdapat informasi yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan sehingga tidak menimbulkan rumor negatif yang memiliki dampak terhadap kepercayaan sektor jasa keuangan,” tutupnya.
Sebagai referensi, Kookmin Bank saat ini tercatat dalam 10 besar bank di Asia dengan total aset per 31 Desember 2019 sebanyak Rp 4.675 Triliun atau tumbuh 8,5 persen dibanding 2018.
Bank ini merupakan bagian dari KB Financial Group dan tercatat mencapai net income terbesar di Korea Selatan sepanjang 2019. Sahamnya telah tercatat di Korea Exchange (KRX) sejak 10 Oktober 2008 dan di New York Stock Exchange (NYSE) sejak 29 September 2008.
Selain mencapai net income terbesar di Korea Selatan pada 2019, KB Kookmin Bank juga mendapat peringkat pertama dalam National Consumer Satisfaction Index 2019 dan peringkat pertama National Brand Competitive Index di sektor perbankan selama 16 tahun berturut- turut dari Korea Productivity Center.
Kookmin Bank juga meraih penghargaan Korea Consumer Trust Leading Brand Award 2019 di sektor perbankan selama 13 tahun berturut-turut dari Korea Brand Management Association. Bank terbesar di Korea Selatan ini juga mencatatkan melayani 31,5 Juta nasabah per 31 Desember 2019 dan berhasil mengembangkan aplikasi perbankan digital dengan basis 15,5 Juta pengguna.
Sementara laba bersihnya pada tahun yang sama sebesar Rp 29.415,5 Miliar atau meningkat 8 persen dibanding 2018. KB Kookmin Bank telah mengembangkan sayapnya ke Inggris, Amerika Serikat, India, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, Selandia Baru, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Indonesia.
Bank ini mulai menginjakkan investasinya di Indonesia pada 2018 setelah menjadi pemegang saham Bank Bukopin melalui rights issue IV dan mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 29 Juni. Dalam rights issue IV itu, KB Kookmin mengucurkan dana segar sebesar Rp 41,6 Triliun dengan penguasaan saham sebesar 22 persen. Saat itu OJK sangat mengapresiasi langkah KB Kookmin dengan menilainya bisa berdampak positif dalam memperkuat permodalan dan mendukung perkembangan bisnis Bank Bukopin.
Pernyataan KB Kookmin Bank mengakuisisi saham mayoritas telah berdampak positif bagi Bank Bukopin di pasar saham. Data RTI per pagi ini (12/6), saham Bukopin berkode BBKP menguat 18,34 persen ke posisi Rp 200 per lembar padahal perdagangan baru berjalan selama 14 menit. Peningkatan terjadi karena saham BBKP telah mencatat transaksi sebanyak 145,74 Juta lembar dengan nilai sebesar Rp 28,13 Miliar.
Hingga kuartal pertama tahun ini, Bukopin masih mencatatkan laba bersih Rp 53,46 Miliar meski turun dari periode yang sama tahun lalu Rp 54,75 Miliar. Rasio NPL gross masih menanjak dari 5,23 persen pada kuartal I 2019 menjadi 5,33 persen. Sementara CAR turun dari 13,29 persen menjadi 12,59 persen. Sementara rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau LDR naik dari 85,1 persen menjadi 90,92 persen.
SF








































