Setelah Sepekan Libur Panjang, IHSG Ambruk
“Faktor penurunan drastis IHSG adalah karena efek libur panjang bursa saham domestik yang memicu pasar global bergerak volatil.”
Sejak Senin (9/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinyatakan mengalami penurunan secara drastis sebesar lebih dari 3%, setelah sepekan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1443 H
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut menurun hingga 4,42% ke level 6.909,75, dari batas level normal 7.000.
Mayoritas saham melemah sebanyak 480 unit, sedangkan hanya 92 unit saham menguat dan 105 sisanya flat. Di sisi lain, investor asing mencetak penjualan bersih (net sell) jumbo senilai Rp 1,74 triliun di seluruh pasar.
Salah satu faktor penurunan drastis IHSG adalah karena efek libur panjang bursa saham domestik yang memicu pasar global bergerak volatil.
Penurunan ini disebabkan oleh banyaknya emiten raksasa yang mengalami auto reject bawah (ARB). Seperti Astra Internasional (ASII), Goto Gojek Tokopedia (GOTO), dan Bukalapak.com (BUKA).
Selain itu, hal ini juga terjadi pada emiten perbankan yang mulai bergerak di zona merah pada perdagangan pertama setelah libur lebaran ini. Beberapa bank besar di Indonesia mengalami pelemahan, salah satunya adalah saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang harganya drop 6,57% dan berada di Rp 4.550/unit.
Penurunan ini merupakan penurunan terbesar sepanjang tahun 2022. Bahkan, pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin mirip dengan pergerakan IHSG pada awal pandemi virus corona (Covid-19), di mana IHSG nyaris terkena penghentian sementara atau trading halt.
MH








































