Tingkatkan Layanan Satelit Hingga ke Pelosok, Telkom Gandeng SpaceX
Demi capai pemerataan akses komunikasi, Telkom telah capai beberapa kesepakatan kerja sama dengan perusahaan antariksa swasta asal Amerika Serikat, SpaceX.
Telkom Indonesia Tbk. (Telkom) telah melakukan kesepakatan dengan SpaceX, perusahaan antariksa swasta asal Amerika Serikat milik Elon Musk terkait dengan pemanfaatan proyek konstelasi satelit Starlink.
Dalam wawancaranya bersama Bisnis.com, Vice President Corporate Communication Telkom, Puji Pramono menyatakan bahwa Telkom saat ini memang masih dalam tahap penjajakan kerja sama. Namun dari awal proses penjajakan sejak Juli 2021, Telkom dan SpaceX telah menyepakati beberapa kerja sama yang salah satunya terkait dengan teknis kerja sama.
Kerja sama ini adalah bentuk ambisius dari Telkom yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan konektivitas digital di seluruh Indonesia khususnya di daerah yang belum terjangkau dengan sinyal. Upaya ini juga sejalan dengan rencana Pemerintah yang mengupayakan agar seluruh wilayah Indonesia memiliki akses komunikasi dan sinyal yang merata.
Starlink adalah satelit yang terletak di low-earth orbit atau di Orbit Bumi Rendah (LEO) Dengan posisinya yang rendah dibandingkan dengan satelit konvensional lainnya yang biasanya terletak di Orbit Geostationer (GEO), Starlink memberikan pengguna untuk mengakses internet dengan kecepatan data 50 Mbps – 150 Mbps.
Satelit yang berada di LEO berada di ketinggian dari 160 kilometer hingga 1000 kilometer dari permukaan bumi sedangkan wilayah GEO berada di 35,786 kilometer dari permukaan bumi.
Dengan kecepatan data yang tinggi dan penempatan satelit di low-earth orbit, sinyal yang dikeluarkan oleh satelit tidak mudah kabur dan latensi yang sangat minim. Sebagai informasi, latensi adalah jeda waktu antara pengantaran data dari pengirim dan ke penerima.
Dengan demikian, sinyal yang dihasilkan oleh Starlink akan memiliki pengantaran dan penerima data yang sangat cepat dan dapat menjangkau ke berbagai daerah.
Kerja sama ini tentu melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kominfo telah mulai untuk melakukan pengkajian dan pertimbangan terhadap kerja sama ini melalui Forum Group Discussion pada Juli 2021.
FGD tersebut dimaksudkan untuk mengukur beberapa hal seperti kesesuaian dengan regulas, tujuan dan kebermanfaatan serta tentunya aspek terhadap keamanan dan pertahanan Indonesia.
Keduanya antara Telkom maupun Starlink harus sama-sama memenuhi dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
NR








































