Alasan OJK Ungkapkan RI Berpotensi Jadi Global Hub-Ekonomi Syariah

0
62
Alasan OJK Ungkapkan RI Berpotensi Jadi Global Hub-Ekonomi Syariah

Alasan OJK Ungkapkan RI Berpotensi Jadi Global Hub-Ekonomi Syariah

Indonesia dianggap memiliki potensi untuk membesarkan, mengembangkan, dan menjadi global-hub ekonomi syariah, dengan beberapa pencapaian yang telah diraih RI sendiri.

Indonesia memiliki peluang yang cukup besar dan berpotensi untuk jadi global hub-ekonomi syariah. Seraya disampaikan oleh OJK melalui Ketua Dewan Komisioner, Wimboh Santoso bahwa Indonesia mempunyai potensi untuk membesarkan, mengembangkan, dan menjadi global-hub ekonomi syariah.

Beberapa alasan mengapa RI memiliki peluang dan berpotensi jadi global-hub ekonomi syariah, yaitu;

  1. Indonesia telah menduduki peringkat pertama untuk pasar keuangan syariah global yaitu pada tahun 2019 lalu dengan skor 81,93 dalam Global Islamic Financial Report (GIFR). Prestasi ini selayaknya menumbuhkan optimisme untuk mewujudkan cita-cita kita sebagai Hub-keuangan syariah dunia,” ungkap Wimboh.
  2. Indonesia juga menjadi destinasi wisata halal terbaik berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2019 dengan mengungguli 130 destinasi wisata halal di seluruh dunia.
  3. Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia yaitu mencapai 229 juta orang atau sekitar 87 persen dari total penduduk Indonesia dengan jumlah santri sebanyak 3,96 juta orang dan 25.938 pesantren. “Kami mempunyai basis yang kuat untuk pengembangan syariah. Berbagai upaya telah dilakukan diantaranya kita bisa berikan produk-produk berbasis syariah.” Kata Wimboh.

Meskipun demikian, Wimboh menyebutkan masih sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem syariah yang lengkap mulai dari sektor keuangan, demand, aktivitas ekonomi, informasi pendukung, dan lembaga pendukung lain. “Kita punya ekosistem lengkap seperti masjid, pesantren, lembaga keuangan, amil zakat, maupun marketplace syariah yang harus kita ciptakan sehingga sektor keuangan syariah bisa optimal,” tambah Wimboh.

Yang mana total aset sektor perbankan syariah telah mencapai Rp 545,39 triliun yang terdiri dari 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 162 bank pembiayaan rakyat syariah. Dan disisi lain ada salah satu masalah dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air adalah mengenai permintaan sehingga realisasi pertumbuhannya tidak secepat konvensional. Tapi demand ada enggak pertanyaannya? Dari sisi supply lembaga semuanya siap. Bahkan sudah terlalu banyak dibandingkan demand. Namun market share masih kecil,” tegas Wimboh 

TM

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*