Analis Ungkap Katalis Kenaikan Harga Saham TKIM dan INKP dan Rekomendasinya
“Saya memasang rekomendasi beli untuk saham TKIM dan INKP, dengan target harga masing-masing Rp 7.500 per saham”.
Harga saham perusahaan kertas yang memiliki afiliasi dengan grup Sinarmas, yaitu PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) terus menunjukan tren positif. Dilansir dari keterbukan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7) lalu, harga saham TKIM masih mencatatkan penguatan sebesar 9,70 persen menjadi Rp 6.500 per saham. Sedangkan saham INKP naik 2,38 persen ke harga Rp 6.450 per saham.
Melihat hal tersebut, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, harga saham kedua emiten produsen kertas ini menguat karena sentimen kenormalan baru yang diiringi kembalinya kegiatan perkantoran.
“Permintaan produk kedua emiten ini akan kembali naik. Kami melihat TKIM bisa kembali mengalami perbaikan, begitu pun dengan INKP,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/7) lalu.
Menurut Nico, indikator teknikal juga mendukung kenaikan harga kedua saham ini. Akan tetapi katanya, dari sisi fundamental, prospek bisnis emiten produsen kertas masih belum sepenuhnya jelas.
“Sebab, angka kasus infeksi Covid-19 masih terus meningkat. Kondisi ini bisa mempengaruhi aktivitas perekonomian. Kami berharap aktivitas perekonomian dapat berjalan seperti biasa, agar semua sektor bisnis dapat kembali berjalan,” paparnya.
Nico menyebutkan, bila kasus Covid-19 terus meningkat, daya beli bisa menurun. Ia menuturkan, hal Ini akan mempengaruhi aktivitas perusahaan, sehingga mempengaruhi permintaan produk kertas.
Di tempat terpisah, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menambahkan, harga TKIM dan INKP juga melesat karena pelaku pasar merespons positif laporan keuangan kuartal I-2020.
“Keduanya membukukan kenaikan laba yang signifikan di tengah pandemi, sehingga direspons positif,” katanya.
Menurut William, kedua saham ini masih memiliki peluang untuk kembali naik dan saat ini tengah menguji resistance di level 7.000.
“Saya memasang rekomendasi beli untuk saham TKIM dan INKP, dengan target harga masing-masing Rp 7.500 per saham,” pungkasnya.
Sebagai referensi, pada kuartal pertama tahun ini, INKP mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 179,31 Juta. Jumlah ini melesat 145,32 persen dari laba bersih US$ 73,09 Juta di kuartal pertama tahun lalu. Sedangkan TKIM mencetak laba bersih sebesar US$ 156,24 Juta di kuartal satu tahun ini. Realisasi tersebut melesat 226,04 persen dari laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar US$ 47,92 Juta.
Selain itu, dalam lima tahun terakhir saham INKP mencatatkan performa fantastis. Saham ini mencetak kenaikan 489,04 persen di periode tersebut dan untuk TKIM sendiri bahkan melesat hingga 669,23 persen.
SF








































