Antisipasi Penurunan Premi, Berbagai Asuransi Jiwa Siapkan Strategi

Antisipasi Penurunan Premi, Berbagai Asuransi Jiwa Siapkan Strategi

Antisipasi Penurunan Premi, Berbagai Asuransi Jiwa Siapkan Strategi

“Untuk tetap bertahan, maka yang kami lakukan adalah mempercepat pembangunan sarana teknologi untuk bisa berjualan di kondisi saat ini”.

Premi industri bisnis asuransi jiwa dibayangi penurunan. Hal ini disebabkan, lantaran penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan akibat dari dampak wabah Covid-19. Guna Mengantisipasi penurunan premi tersebut, sejumlah asuransi jiwa siapkan berbagai strategi.

Menurut Direktur Pemasaran Asuransi Jiwa Taspen Life, Arijanti Erfin mengatakan, pihaknya yakin mencatatkan pendapatan premi melalui saluran digital sebagaimana himbauan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Ia mengatakan, Taspen Life juga melakukan penyesuaian produk asuransi yang memberikan perlindungan akibat Covid-19, dengan mengutamakan pemasaran produk tradisional di mana pembayaran preminya lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Taspen Life mempunyai produk asuransi yang dapat memberikan manfaat untuk segala kebutuhan masyarakat antara lain produk asuransi purna tugas, asuransi yang fokus pada perencanaan keuangan untuk jangka waktu tertentu, asuransi untuk beasiswa anak, dan asuransi kematian seperti personal accident atau term life,” katanya Senin (4/5) lalu.

Erifin mengungkapkan, sampai kuartal I 2020, perusahaan mencatatkan kenaikan dari sisi pendapatan premi baru maupun lama.

“Taspen Life kantongi pendapatan premi Rp 204 Miliar atau naik 3 persen secara year on year (yoy),” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jiwa BRI Life, Gatot M. Trisnadi mengatakan, perusahaan akan menyediakan layanan penjualan digital terbaru untuk melengkapi yang sudah ada. “Untuk tetap bertahan, maka yang kami lakukan adalah mempercepat pembangunan sarana teknologi untuk bisa berjualan di kondisi saat ini,” katanya.

Gatot  menuturkan, pihaknya sudah memprediksi penurunan premi akibat penyebaran corona khususnya penjualan produk unit link di daerah terdampak.

“Hingga kuartal I 2020, BRI life telah mencatatkan penurunan premi 43% secara yoy,” ujurnya.

Di sisi lain, Chief Executive Officer Asuransi Jiwa Generali Indonesia, Edy Tuhirman mengatakan, pihaknya justru masih mencatatkan pertumbuhan yang positif. Edy menyatakan, pendapatan premi Generali tumbuh 10 persen pada Januari-Maret 2020 dibandingkan periode yang sama 2019.

Edy menyebutkan, pasokan bisnis atau business supply sudah dari rumah semua. Bahkan katanya, layanan call center juga dari rumah dan nasabah juga bisa chat dari chatbot.

“Begitupun, dengan rapat yang dilakukan secara virtual. Sedangkan, penjualan produk tradisional juga bisa dijual secara digital yang preminya mulai Rp 100.000. Sekarang kontribusi agen itu 51 persen di kuartal 1-2020 saat Covid -19, ini bisa terus bertambah. Dibanding tahun lalu, itu baru 32 persen, naiknya kencang sekali di tengah covid ini,” ucapnya.

Edy menerangkan, kebijakan yang dilakukan Generali Indonesia saat ini yaitu sedang aktif merekrut agen. Ia mengatakan, hal ini dilakukan lantaran Covid-19 membuat pendapatan banyak orang berkurang bahkan mengalami PHK.

“Kami berharap banyak orang mau jadi agen Generali Indonesia karena banyak produk yang mudah untuk dijual,” tutupnya.

 SF

Dipromosikan