Aset Pendirian Bank Syariah BUMN Hasil Merger Mencapai Nilai Rp225 triliun
Total aset dari hasil merger tiga bank syariah BUMN mencapai Rp225 triliun. Para ahli memperkirakan Bank Syariah Indonesia akan menempati peringkat ketujuh sebagai bank terbesar di Indonesia pada 2025.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk, kini sudah memiliki susunan komisaris, direksi, hingga Dewan Pengawas Syariah dengan posisi Direktur Utama dipegang oleh Hery Gunardi. Hasil dari merger tiga Bank syariah BUMN tersebut memiliki aset mencapai Rp220 triliun hingga Rp225 triliun. Sementara pada 2025 nanti, aset Bank Syariah Indonesia diramal akan menyentuh kisaran Rp390 triliun. Dengan angka tersebut, Bank Syariah Indonesia akan menempati peringkat ketujuh atau kedelapan sebagai bank terbesar di Indonesia. Apabila angka tersebut berhasil dicapai, Bank Syariah Indonesia akan menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar di dunia.
Sebagai gambaran, total pembiayaan dari bank syariah mencapai Rp377,25 triliun per semester I 2020. Jumlahnya meningkat dari Rp361,12 triliun per akhir 2019. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah mencapai Rp430,2 triliun pada periode yang sama. Jumlahnya juga naik dari Rp425,29 triliun per akhir 2019.
Head of Islamic Finance, Refinitiv Mustafa Adil, menilai kelahiran Bank Syariah Indonesia akan memberi banyak manfaat. Pertama, menjadikan bank tersebut sebagai bank syariah terbesar di dalam negeri.
Kedua, memberi daya dongkrak keuangan syariah ke ekonomi syariah lebih besar. Sebab, skala bisnis yang lebih besar saat ini berpotensi melahirkan kucuran pembiayaan syariah yang lebih deras lagi ke masyarakat dan institusi.
“Prediksi kami, dengan dukungan pemerintah melakukan merger tiga bank syariah, BSI akan mampu menjadi pemain utama dalam pendanaan lokal di Indonesia. Mereka akan mampu berpartisipasi dalam memfasilitasi pendanaan yang sebelumnya tidak dapat didanai,” kata Mustafa kepada CNN Indonesia pada (4/01).
Dengan data yang ada, Mustafa memperkirakan total pembiayaan dan DPK bank syariah di dalam negeri akan tumbuh lebih tinggi lagi usai lahirnya Bank Syariah Indonesia. Pasalnya, kerja tiga bank yang semula masing-masing kini sudah menjadi satu kekuatan besar.
AFA








































