Dinamika Pekerjaan In-House Counsel di Tengah Pandemi

Dinamika Pekerjaan In-House Counsel di Tengah Pandemi

Dinamika Pekerjaan In-House Counsel di Tengah Pandemi

Dinamika in-house counsel saat ini dihadapkan pada suatu tantangan, bagaimana agar selama pandemi Covid-19 in-house counsel dapat tetap berkontribusi kepada perusahaan.

Saat ini perusahaaan masih banyak melakukan rekrutmen pada posisi legal officer. Hal ini diketahui dari berbagai platform rekrutmen karyawan seperti contohnya Jobstreet.com. Di sisi lain perusahaan juga lagi gencar-gencarnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19 guna menjaga stabilitas cashflow. Melihat dinamika tersebut, bahwa senyatanya posisi in-house counsel masih sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Lantas posisi seperti apa yang dibutuhkan saat ini? Lalu bagaimana dinamika pekerjaan in-house counsel di masa pandemi Covid-19?

Menanggapi hal tersebut, President Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA), Yudhistira Setiawan mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, adapun pekerjaan utama yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah pekerjaan atau divisi yang generate income bagi perusahaan.

“Misalnya, divisi sales & marketing, divisi business development, divisi legal dan divisi risk management. Kenapa legal dan risk management termasuk? Karena kedua divisi tersebut akan memastikan apakah strategi perusahaan dalam mendatangkan income di masa pandemi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada dan bagaimana mitigasi resikonya,” katanya kepada Kliklegal, Senin (8/6) kemarin.

Menurut Yudhistira, dinamika in-house counsel saat ini dihadapkan pada suatu tantangan, bagaimana agar selama pandemi in-house counsel dapat tetap berkontribusi kepada perusahaan. Ia menuturkan, misalnya, dengan menciptakan suatu sistem baru dalam pekerjaan sehari-hari in-house counsel yang dapat diakses dari mana saja sehingga tidak harus datang ke kantor.

“Contoh, tim in-house counsel perusahaan dapat membuat semacam compliance monitoring system atas segala aktivitas perusahaan yang dapat diakses oleh tim in-house counsel dan divisi-divisi terkait, yang tidak memerlukan tatap muka offline atau hadir di kantor,” ujarnya.

Lebih lanjut Yudhistira menjelaskan, terkait load pekerjaan selama masa pandemi ini, menurut dirinya justru bertambah dan begitu pula dengan jadwal meeting.

Selain itu, Yudhistira mengungkapkan, adapun yang harus diperhatikan oleh seorang in-house counsel menyikapi pandemi atau krisis khususnya yang berkaitan dengan kebijakan yang memiliki dampak terhadap perusahaan, yakni in-house counsel harus tetap memberikan advis atau nasihat hukum kepada manajemen perusahaan tentang adanya kebijakan pemerintah.

“Kebijakan pemerintah yang mungkin berdampak kepada kegiatan usaha perusahaan. Pro active melakukan benchmarking ke in-house counsel lain pada industri sejenis bagaimana kebijakan tersebut menimbulkan dampak dan bagaimana mengatasinya. Tetap update dengan perkembangan kebijakan di masa pandemi,” tegasnya.

Ia menyebutkan, saat ini banyak perusahaan sedang melakukan efisiensi di masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan divisi legal juga terdampak.

“Dimana pos-pos budget yang dilakukan efisiensi antara lain: perjalanan dinas digantikan oleh meeting online atau video call meeting, training/ atau seminar saat ini banyak lembaga atau asosiasi yang mengadakan webinar secara gratis, dan biaya stationery atau alat tulis yang mana hampir semua pekerjaan di saat pandemi dilakukan secara online dan paperless,” bebernya.

Sebagai penutup Yudhistira mengatakan, peran in-house counsel akan selalu optimal saat apapun dan kapanpun. Namun, katanya, di saat pandemi peran tersebut menjadi lebih menonjol mengingat banyaknya aturan-aturan baru yang diterbitkan di masa pandemi atau krisis sehingga perusahaan harus segera beradaptasi.

“Di situ lah peran in-house counsel menjadi lebih penting, untuk memberikan advis dan pemahaman kepada perusahaan. Untuk kasus litigasi pun demikian, saat ini lembaga peradilan sudah menerapkan online court process dengan menggunakan teknologi yang tersedia. Untuk itu adaptasi atas sistem yang demikian sangat diperlukan,” pungkasnya.

 SF

Dipromosikan