DPW APSI DKI Jakarta Galang Dana Bantu Dokter dan Tenaga Medis untuk Penuhi Kebutuhan Alat Pelindung Diri

DPW APSI DKI Jakarta Galang Dana Bantu Dokter dan Tenaga Medis untuk Penuhi Kebutuhan Alat Pelindung Diri

Donasi ini terbuka untuk melibatkan siapapun tanpa terkecuali. Tidak harus yang memiliki jabatan, pangkat dan kekayaan. Cukup rasa kesadaran dan mau untuk bergerak, yang mana sekecil apapun langkah, itu bagian dari pergerakan untuk memberikan dampak.

Sudah satu bulan terakhir para dokter dan tenaga medis di penjuru negeri berjibaku dan berpacu dengan waktu membantu penyembuhan para pasien Covid-19. Namun, sebagai garda terdepan penanganan Covid-19,  mereka justru masih mengalami kesulitan untuk memenuhi dan mengakses Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini dikarenakan jumlahnya yang terbatas dan harga jual yang melonjak tajam.

Merespon hal tersebut, Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Kepengurusan Wilayah DKI Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Bina Pengetahuan Legal (BPL Foundation) melakukan gerakan galang dana atau donasi. Langkah ini diambil untuk meringankan beban para dokter dan tenaga medis guna memenuhi perlengkapan APD tersebut.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Wilayah APSI DKI Jakarta (DPW APSI DKI Jakarta), Asharyanto, galang dana atau donasi ini baru dimulai sejak minggu lalu. Ia mengatakan, inisiatif tersebut muncul dari hasil diskusi grup whatsapp, dan saat ini pihaknya tidak melakukan pembatasan terkait periode donasi.

“Hal ini untuk membuka peluang semaksimal mungkin terkumpulnya dana. Namun, secara periodik tetap ditinjau dan jika sudah mencukupi untuk bisa disalurkan terlebih dahulu, maka akan dilakukan,” katanya kepada Kliklegal, Jumat (3/4) lalu.

Lebih lanjut, Asharyanto yang biasa dipanggil Hari menyampaikan, secara internal seluruh anggota APSI DPW DKI Jakarta terlibat dalam gerakan ini. Hari juga menjelaskan, bahwa para anggota sangat antusias mendukung gerakan tersebut.

“Karena kami merasa kami bukan tenaga medis, jadi apa yang bisa kami lakukan untuk menghambat penyebaran wabah ini kami lakukan,” lanjutnya.

Hari mengungkapkan, untuk gerakan ini APSI DPW DKI Jakarta menggandeng Yayasan Bina Pengetahuan Legal (BPLF) yang merupakan merupakan lembaga sosial, sebagai penggerak program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Smart Legal Network (SLN). Menurut Hari, terkait pertimbangan memilih BPLF sebagai mitra, karena BPLF sebelumnya sudah berpengalaman dalam berbagai gerakan sosial. Disamping itu, dalam kaitan dengan kondisi wabah saat ini, BPLF juga sudah lebih dulu melakukan kerja sama dengan lembaga pengumpul dana yang berlisensi, yaitu Rumah Zakat. 

“Bentuk kerja sama tidak ada yang spesifik, dalam kondisi seperti ini komitmen dan kontribusi yang lebih penting, semakin kita cepat bergerak semakin mudah juga hasil Donasi terdistribusi,” tukasnya.

Melalui tagar #jagamerekalawanCovid-19, setiap elemen masyarakat bisa menyalurkan donasinya ke Bank Syariah Mandiri dengan nomor rekening : 709-080-8081 A/N Yayasan Bina Pengetahuan Legal. Setelah melakukan transaksi, donatur dapat mengkonfirmasi donasinya ke panitia melalui kontak berikut: 0857-5828-2681 (Rahmat) atau; email ke: apsi.dkijakarta@gmail.com.

Berikutnya, Hari menjelaskan, apabila donasi sudah tercukupi, terkait distribusi akan diserahkan kepada BPLF dan Rumah Zakat. Katanya, APSI DPW DKI Jakarta hanya bersifat  mendukung dalam gerakan ini.

“Yang penting, komitmen awal tidak terdegradasi, maksudnya tetap fokus untuk pendistribusian APD untuk Petugas Kesehatan,” ucapnya. 

Hari menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ternyata tidak hanya tenaga medis di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang kesulitan APD yang layak dan patut. Namun, di beberapa kota lainnya diluar itu, juga dalam kondisi kesulitan ketersediaan APD yang layak dan patut. Daerah tersebut juga akan jadi pertimbangan untuk pendistribusian APD.

Hari berharap kepada seluruh anggota APSI, khususnya para anggota APSI DPW DKI Jakarta, untuk bisa lebih fokus terhadap gerakan ini dan mempromosikan ke masyarakat luas,  serta lebih proaktif bergerak bersama memberikan dampak. Hari juga tak menampik, ada sedikit kesulitan, dikarenakan dua minggu terakhir adalah kondisi menantang bagi para anggota. Kondisi tersebut ialah beberapa anggota masih harus ke pengadilan untuk bersidang akibat belum jelasnya protokol di wilayah pengadilan khususnya DKI Jakarta. 

Sebagai penutup Hari berujar, bahwa gerakan ini terbuka untuk melibatkan siapapun. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini dirasakan oleh semua pihak tanpa terkecuali, dari kalangan atas sampai bawah. Tidak harus yang memiliki jabatan, pangkat dan kekayaan untuk ikut serta dalam gerakan ini, karena cukup rasa kesadaran dan mau untuk bergerak, yang mana sekecil apapun langkah, itu bagian dari pergerakan untuk memberikan dampak. 

SF

Dipromosikan