Gelar RUPS Tahunan, Multipolar Technology Bagikan Dividen Rp 249,38 Miliar dan Angkat Direksi Baru
“RUPST dan Paparan Publik dilakukan secara elektronik guna mendukung kebijakan pemerintah terkait physical distancing dan PSBB.”
Direktur Utama PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), Wahyudi Chandra mengatakan, Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp249,38 Miliar atas 1,87 Miliar lembar saham atau Rp133 per lembar saham. Menurut Wahyudi, pembagian dividen ini telah disepakati para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (2/6) lalu.
“RUPST dan Paparan Publik dilakukan secara elektronik guna mendukung kebijakan pemerintah terkait physical distancing dan PSBB,” ujarnya dalam paparan melalui aplikasi Webex.
Wahyudi mengungkapkan, sebagai catatan pada tahun 2019 MLPT berhasil membukukan laba bruto Rp 352,90 Miliar dan laba tahun berjalan Rp125,18 Miliar, naik 48,28 persen dari tahun sebelumnya.
Ia menuturkan, meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki akses teknologi informasi (TI) turut mendorong percepatan transformasi digital. Katanya, untuk itu MLPT juga sigap mengikuti adopsi teknologi agar tetap relevan dan semakin mempertegas perannya sebagai System Integrator dalam memenuhi kebutuhan TI di berbagai sektor industri.
“Kami melihat adanya pergeseran nyata dalam permintaan TI saat ini, khususnya bagi pelanggan yang telah melewati masa pengembangan infrastruktur dan beralih ke pengembangan perangkat lunak dan Application Program Interface (API). Utamanya masih perbankan, namun sektor lainnya seperti sektor komersial makin banyak mencari solusi yang bisa memastikan interaksi tanpa hambatan dengan konsumennya dalam berbagai platform. Dan kami sudah siapkan tim khusus untuk pengembangan dan penyediaan layanan dan solusi berbasis API ini, kami perkuat kompetensinya untuk mempercepat inisiatif transformasi digital,” jelasnya.
Lebih lanjut Wahyudi menerangkan, kontribusi penjualan terbesar Perseroan masih didapat dari sektor perbankan, disusul telekomunikasi dan komersial. Adapun, permintaan terhadap perangkat keras juga masih mendominasi.
“Namun kebutuhan akan perangkat lunak seperti Big Data dan Analytics, Cloud, Security, dan Middleware/API Management serta penyediaan Professional IT Services dan IT Managed Services/IT Outsourcing terus bertumbuh, yang memberikan laba lebih baik dan meningkatkan recurring revenue,” ungkapnya.
Wahyudi menyebutkan, selain pembagian dividen, pemegang saham juga sepakat untuk melakukan perubahan komposisi direksi. Katanya, hal ini menyusul telah selesainya masa jabatan Halim D. Mangunjudo dan Soegondo sebagai Direktur. Sementara penggantinya, RUPST menyepakati pengangkatan Herryyanto, Yohan Gunawan dan Yugi Edison.
“Herryyanto, Yohan Gunawan dan Yugi Edison bukanlah wajah baru di Perseroan. Ketiganya telah berkarir selama lebih dari 20 tahun di Perseroan, dengan posisi terakhir sebagai Group Head. Bahwa Yugi Edison sebelumnya menjabat sebagai Group Head Account Management Telco & Enterprise, Yohan Gunawan sebagai Group Head System Integration Infrastructure Business, dan Herryyanto sebagai Group Head Account Management Financial & Commercial. Kami optimistis dengan kepemimpinan yang baru akan mampu mendorong percepatan pertumbuhan bisnis dan solusi yang lebih baik lagi” urainya.
Wahyudi menjelaskan, dalam menjalankan rencana bisnis di tahun 2020 yang telah ditetapkan per kuartal I-2020, pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja Perseroan.
“Terkait itu, MLPT mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 100 Miliar di tahun 2020 ini. Sebesar Rp 15 Miliar investasi dialokasikan untuk bisnis Multipolar dari sisi induk usaha, sementara Rp 85 Miliar untuk mendukung pengembangan anak usaha PT Visionet Data Internasional,” ungkapnya.
Menurut Wahyudi, bahwa saat ini dan ke depan MLPT akan semakin fokus mengembangkan solusi-solusi berbasis digital untuk memudahkan dan mempercepat inovasi dan kolaborasi dengan pelaku ekosistem digital atau fintech.
“Salah satu solusi yang dikembangkan Perseroan adalah platform VisionDG. Solusi digital yang juga memanfaatkan API Management untuk dapat berkolaborasi dengan ekosistem digital, yang memiliki fitur lengkap dan aman untuk online customer onboarding, transaksi finansial, pembayaran dan pembelian, sistem loyalty, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), dan merchant system. Solusi ini memudahkan pengguna dalam percepatan pengembangan inovasi digital yang baru. Di sisi lain, investasi TI juga dituntut untuk semakin efisien. Hal ini bisa diakomodir dengan solusi Cloud yang dapat mengikuti kebutuhan pertumbuhan kapasitas infrastruktur TI sesuai perkembangan bisnis sehingga minim investasi awal dan konsep pay-per-use yang meringankan biaya operasional,” terangnya.
Kata Wahyudi, bagi pelanggan yang menginginkan solusi on-premise bisa memanfaatkan konsep Hyper Converged Infrastructure (HCI) dengan mengintegrasikan teknologi komputasi, storage, virtualisasi dan networking, serta penyediaan teknologi container untuk mendukung aplikasi digital yang semakin dinamis.
“Perseroan berfokus pada berbagai upaya dalam mendukung kebutuhan pelanggan dan trend teknologi dengan menyediakan solusi yang dibutuhkan pasar, memperkuat keahlian dan kompetensi sumber daya manusia, terus mencari pelanggan baru serta bersinergi dengan entitas anak yang unggul di bidangnya masing-masing. PT Visionet Data Internasional (VDI) untuk IT Managed Services, dan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) untuk pengoperasian dan pengelolaan GTN Data Center Rated 3. Kami terus meningkatkan inovasi dan menyediakan solusi omni-channel yang berfokus pada Big Data dan Analytics, Cloud, Security, dan API Management, meningkatkan layanan system integrator, managed services, serta memperbesar adopsi private, public dan hybrid cloud sambil meningkatkan kelincahan dan kemampuan teknologi,” pungkas Wahyudi.
Sebagai referensi, berdiri pada tahun 1975, PT Multipolar Technology Tbk adalah System Integrator terkemuka di Indonesia, dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang memperoleh sertifikasi ISO 9001. 8 Juli 2013 merupakan momen bersejarah dalam rekam jejak MLPT yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MLPT, dan terdaftar sebagai sekuritas syariah.
Pemegang saham mayoritas Multipolar Technology adalah PT Multipolar Tbk (MLPT), perusahaan induk terkemuka yang berfokus di segmen ritel dan TMT (Teknologi, Multimedia dan Telekomunikasi) dengan 80 persen kepemilikan saham dan sisanya 20 persen dimiliki oleh publik.
Dengan pengalaman yang luas di bidang sistem integrasi untuk perangkat keras dan layanan integrasinya, sistem aplikasi dan layanan implementasinya, serta Layanan IT Consulting, MLPT bersama anak usahanya secara berkesinambungan memberikan layanan menyeluruh dan optimal. Terdiri atas: PT VisioNet Data Internasional (VDI) dengan fokus pada Business Process Managed Services, dan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) yang berfokus pada Layanan Pengelolaan dan Pengoperasian Data Center.
MLPT juga merupakan mitra terpercaya dari penyedia TI terkemuka di dunia seperti IBM, Cisco, NCR, VMware, Oracle, and Microsoft. Profesionalisme kami telah diakui dengan level kemitraan seperti IBM Premier Partner, Cisco Gold Partner, dan VMware Premier Partner. MLPT juga telah disertifikasi dengan sertifikasi Specialty dari IBM, dan sertifikasi Authorized Technology Provider (ATP) dari Cisco, yang membuktikan kapabilitas dan fokus Multipolar Technology dalam mengembangkan kompetensi teknisnya.
SF








































