Grab dan Bank Jepang Incar Akuisisi Home Credit Senilai Rp 35 Triliun!
Grab dan Berbagai bank asal Jepang berusaha menjajaki akuisisi aset dari Home Credit di Asia Tenggara dan juga India senilai lebih kurang US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35,7 triliun.
Aksi korporasi merger dan akuisisi semakin gencar di 2022 ini, salah satunya adalah akuisisi Home Credit. Berbagai bank asal Jepang berusaha menjajaki akuisisi aset dari Home Credit, sebut saja Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., Mizuho Financial Group Inc. dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc., di Asia Tenggara dan juga India senilai lebih kurang US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35,7 triliun (rata-rata kurs Rp 14.296/dolar).
Selain bank-bank Jepang tersebut, penyedia transportasi online terkemuka di Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd., juga termasuk dalam daftar pelamar yang telah terpilih untuk mengikuti penawaran aset Home Credit.
Berdasarkan sumber anonim yang dikutip Bloomberg, pemilik pemberi pinjaman konsumen, Home Credit, berusaha untuk mengejar valuasi senilai US$ 2 miliar – US$ 2,5 miliar untuk perkembangan bisnis di Indonesia, Filipina, Vietnam, dan India.
Beberapa daftar penawar telah menyatakan minat mereka untuk melakukan akuisisi penuh terhadap seluruh portofolio Home Credit di Asia Tenggara dan India. Tetapi tidak sedikit juga yang hanya tertarik di Asia Tenggara.
Saat ini belum ada pihak yang berkomentar dan pertimbangan sedang berlangsung, serta perusahaan masih dapat memutuskan untuk membatalkan transaksi yang akan terjadi.
“Sebagian penawaran menyatakan ketertarikannya pada seluruh aset portofolio di Asia Tenggara dan India, sementara yang lainnya ada yang hanya tertarik di Asia Tenggara saja,” ungkap sumber anonim.
Melalui perkembangan akuisisi ini, Grab berusaha untuk mendiversifikasi dan membangun unit layanan keuangannya. Di Indonesia, Grab sudah melakukan peningkatan kepemilikan di digital payment gateway OVO dengan porsi 90 persen setelah mengakuisisi saham dari PT Tokopedia dan Lippo Group tahun 2021.
Untuk informasi, Home Credit merupakan perusahaan asal Ceko yang dimiliki oleh Petr Kellner. Perusahaan sedang dalam proses diskusi untuk melakukan opsi kemitraan dan menjual saham yang dimiliki di Asia Tenggara dan India agar dapat meningkatkan kas perusahaan induk.
Sebelumnya, perusahaan investasi milik Kellner, PPF Group NV, telah membatalkan penjualan saham Home Credit senilai US$ 1,5 miliar di Hong Kong pada November 2019 sebab situasi politik dan demonstrasi besar yang terjadi di wilayah Hong Kong.
FDW








































