KPSI Klaim Ratusan Buruh Terancam PHK Akibat Perang Rusia-Ukraina

KPSI Klaim Ratusan Buruh Terancam PHK Akibat Perang Rusia-Ukraina
Image Source by datatempo.co

KPSI Klaim Ratusan Buruh Terancam PHK Akibat Perang Rusia-Ukraina

“Perusahaan sudah mulai menyampaikan akan melakukan efisiensi imbas dari lonjakan harga minyak yang terjadi akibat konflik Rusia Ukraina.”

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyatakan bahwa Ia mendapat laporan buruh dari dua perusahaan berbeda di Cikarang yang terancam kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang ditaksir mencapai ratusan buruh.

Said Iqbal juga berpendapat bahwa dampak dari lonjakan harga minyak yang terjadi akibat konflik Rusia Ukraina menyebabkan ancaman para buruh di-PHK guna efisiensi perusahaan.

“Karena gas industri mahal, perusahaan sudah mulai menyampaikan akan melakukan efisiensi, berapa jumlahnya? kami sedang mendata,” ujarnya dalam konferensi pers daring (9/3).

Said Iqbal juga berharap DPR RI dan Pemerintah untuk mengadakan rapat dan mengeluarkan sikap tegas.

“Kami meminta secara resmi agar Pemerintah Indonesia dan DPR RI mengadakan rapat bersama untuk mengeluarkan sikap yang tegas setop perang Rusia dan Ukraina, perang ini berimbas ke serikat buruh dan buruh di Indonesia,” tambahnya.

PHK dan Pembatalan Proyek

Banyaknya perusahaan besar di Rusia memutuskan hengkang dari Rusia menyebabkan banyaknya pekerja Rusia ter-PHK. Salah satunya dua ritel besar Ikea dan H&M yang untuk sementara menutup operasionalnya di Rusia.

Ikea menyatakan bahwa imbas dari penutupan sementara operasional perusahaan menyebabkan sebanyak 15.000 pekerjaan akan terkena dampak langsung dari penutupan di wilayah tersebut.

Dampak dari konflik Rusia dengan Ukraina juga berpengaruh bagi perusahaan-perusahaan Eropa. UE merupakan salah satu mitra dagang terbesar Rusia yang mana menyumbang 37% dari perdagangan global Rusia pada tahun 2020.

Rusia merupakan tujuan utama bagi perusahaan-perusahaan Eropa di berbagai sektor industri seperti industri, keuangan, pertanian, makanan, energi, otomotif, dan barang-barang mewah.

Dikutip dari shrm.org efek dari “knock-on” ini akan menekan tenaga kerja di luar Rusia dan Ukraina, yang menyebabkan pengusaha harus menunda atau membatalkan proyek dan mengarahkan pekerja untuk cuti atau terpaksa perusahaan akan melakukan PHK.

 

VWS

Dipromosikan