Imbas Perang Rusia-Ukraina, Bursa Saham dan Mata Uang Rusia Anjlok
Bursa saham Rusia turun drastis hingga 33 persen pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (24/2), sesaat setelah militer Rusia melakukan penyerangan kepada Ukraina. Tidak hanya pada saham, nilai tukar mata uang Rubel juga mengalami kehancuran dan mencetak rekor terendah.
Invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina tidak hanya memberikan dampak yang hebat pada kerusakan fisik yang terjadi, tetapi juga dirasakan oleh pasar modal Rusia. Bursa saham Rusia turun drastis hingga 33 persen pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (24/2), sesaat setelah militer Rusia melakukan penyerangan kepada Ukraina.
Perdagangan saham di Rusia sempat diberhentikan pada awal-awal perdagangan, tetapi akhirnya kembali dibuka dan diperdagangkan diantara para investor. Saham-saham perusahaan Rusia anjlok massal hingga Indeks Moscow Exchange (MOEX) menyentuh angka minus 45 persen sebelum akhirnya ditutup pada angka minus 33 persen pada perdagangan kemarin.
Tidak hanya pada saham, nilai tukar mata uang Rubel juga mengalami kehancuran dan mencetak rekor terendah. Nilai tukar Rubel melemah sebesar 4% menjadi 85 per dolar Amerika, setelah sebelumnya pernah berada pada titik terlemah dengan nilai 89.60.
Bank sentral Rusia menyatakan bahwa pihak mereka akan melakukan intervensi pada pelemahan ini dengan menyuntikkan likuiditas tambahan ke pasar mata uang dan ke perbankan.
Selain pasar saham dan mata uang, Indeks Russian Trading System (RTS) mengakhiri hari kemarin dengan kerugian mencapai 39 persen. Dalam kurun waktu sehari sekitar US$ 70 miliar nilai perusahaan terbesar di Rusia menghilang.
Perusahaan yang paling terpukul dengan adanya agresi ini adalah Bank Rusia dan perusahaan minyak. Saham dari Sberbank (SBRCY) yang memberi pinjaman terbesar kepada Rusia harus mengakhiri hari dengan kehilangan 43 persen nilainya.
Selain itu, Rosneft juga mengalami kemerosotan hingga 43 persen. British Petroleum mengalami dampak dari saham Rosneft karena menjadi salah satu pemegang sahamnya dengan koreksi sebesar 4,6 persen di perdagangan London.
Dengan adanya permasalahan ini, bank sentral Rusia menginstruksikan para pialang untuk menangguhkan setiap penjualan jangka pendek yang dilakukan selama beberapa hari kedepan.
FDW








































