Indocement Tunggal Prakarsa Tebar Dividen Rp1,83 Triliun

0
101
Indocement Tunggal Prakarsa Tebar Dividen Rp1,83 Triliun

Indocement Tunggal Prakarsa Tebar Dividen Rp1,83 Triliun

“Rasio pembayaran dividen INTP tahun ini setara dengan sekitar 100 persen dari laba bersih 2019. Adapun nilai dividen per saham setara Rp500 per saham. Pembagian dividen ini sebagai apresiasi kepada pemegang saham di masa pandemi”.

Pemegang saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) bakal ketiban berkah. Perusahaan semen ini akan membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2019 dengan nilai mencapai Rp1,83 Triliun. Menurut Sekretaris Perusahaan INTP, Antonius Marcos, dividen yang dibagikan ke pemegang saham bukan cuma dari laba bersih, akan tetapi INTP juga akan mengambil dana sebesar Rp5,31 Miliar dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebagai tambahan dividen.

“Dengan demikian, rasio pembayaran dividen INTP tahun ini setara dengan sekitar 100 persen dari laba bersih 2019. Adapun nilai dividen per saham setara Rp500 per saham. Pembagian dividen ini sebagai apresiasi kepada pemegang saham di masa sulit ini,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/7) lalu.

Marcos menuturkan, adapun Birchwood Omnia Ltd sebagai pemegang saham pengendali INTP, akan menikmati bagian dividen terbesar. Katanya, dengan kepemilikan 51 persen, Birchwood akan menikmati bagian dividen sebesar Rp938, 74 Miliar. 

“Sementara investor dengan kepemilikan di bawah 5 persen akan berbagi jatah dividen sekitar 901,88 miliar, belum dipotong pajak. Kami memastikan, INTP memiliki likuiditas yang kuat. Sehingga pembagian dividen tidak mempengaruhi kondisi keuangan INTP,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, per kuartal I-2020, INTP memiliki jumlah kas senilai Rp7,75 Triliun, jumlah ini naik 1,4 persen dari sebelumnya Rp7,65 Triliun.

“Adapun aset lancar mencapai Rp12,65 Triliun. Pendapatan INTP di kuartal pertama kemarin turun 9,91 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp3,36 Triliun. Meski begitu, laba bersih emiten ini kuartal pertama kemarin naik 0,87 persen secara tahunan menjadi Rp400,43 Miliar,” ucapnya.

 

Sebagai penutup Marcos mengatakan, kenaikan tersebut merupakan hasil upaya efisiensi , yang mana salah satu efisiensi yang dilakukan emiten adalah dengan menggunakan batubara bernilai kalori lebih rendah dan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif, sehingga biaya produksi bisa dipangkas.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, pembagian dividen ini akan menjadi daya tarik tambahan bagi saham INTP. Terlebih, Herditya melihat masih ada potensi kenaikan harga saham menuju level Rp 13.500. “Sehingga, apabila pelaku pasar ingin masuk ke saham INTP, maka bisa melakukan buy on weakness,” tukasnya.

Sebagai referensi, dilansir dari keterbukaan informasi BEI, pembagian dividen INTP telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar Senin (27/7) lalu, pemegang saham juga setuju untuk mengangkat kembali Komisaris Utama INTP, yakni Kevin Gerard Gluskie, untuk masa jabatan terhitung sejak penutupan RUPST sampai dengan penutupan RUPST tahun buku 2022 mendatang. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham INTP menguat 0,41 persen menjadi Rp 12.350 per saham. Bila dihitung sejak awal tahun ini, harga saham INTP longsor 35,09 persen. Tapi tiga bulan terakhir, saham naik 12,79 persen.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*