BEI Suspensi Sementara Perdagangan Saham dan Obligasi Waskita Beton Precast, Manajemen Angkat Bicara

0
68
BEI Suspensi Sementara Perdagangan Saham dan Obligasi Waskita Beton Precast, Manajemen Angkat Bicara

BEI Suspensi Sementara Perdagangan Saham dan Obligasi Waskita Beton Precast, Manajemen Angkat Bicara

“Sebetulnya Kami telah melakukan pengiriman dana pembayaran bunga pada 20 Juli 2020. Namun, ada kendala teknis dalam proses otorisasi internal pada saat melakukan transfer dana pembayaran bunga ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)”.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Suspensi juga berlaku untuk perdagangan obligasi milik Waskita Beton Precast. Dalam pengumumannya hari ini, BEI menyebutkan, suspensi perdagangan efek baik saham WSBP maupun obligasi Waskita Beton Precast di seluruh pasar terhitung sejak sesi pertama perdagangan efek 30 Juli 2020. Suspensi berlaku hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

Keputusan BEI melakukan suspensi atas saham dan obligasi WSBP ini, sehubungan dengan pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia tertanggal 29 Juli 2020 mengenai penundaan pembayaran bunga ke-3 Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019. Seperti diketahui, Waskita Beton Precast semestinya melakukan pembayaran bunga ketiga atas Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 pada hari ini, Kamis (30/7).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Waskita Beton Precast, Antonius Yulianto Tyas Nugroho mengatakan, yang terjadi sesungguhnya bukanlah penundaan pembayaran bunga obligasi. Menurut Anton, Waskita Beton Precast sebetulnya telah melakukan pengiriman dana pembayaran bunga pada 20 Juli 2020.

“Namun, ada kendala teknis dalam proses otorisasi internal pada saat melakukan transfer dana pembayaran bunga ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Saat proses yang dimaksud telah selesai, ternyata telah melewati batas waktu transaksi RTGS pada pukul 14.00 WIB,” katanya.

Anton menjelaskan, karena telah melewati batas waktu RTGS, pengiriman dana menjadi berstatus pending dan baru efektif pada 30 Juli 2020. 

“Tanggal tersebut sesuai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran bunga obligasi Waskita Beton ke pemegang obligasi. Kami telah melakukan klarifikasi kepada KSEI yang bertugas mendistribusikan dana pembayaran bunga obligasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur KSEI, Syafruddin mengatakan, terlepas dari kendala yang dialami Waskita Beton, acuan KSEI dalam melakukan distribusi adalah sudah efektifnya dana di rekening KSEI.

“Sampai saat ini kami masih menunggu dana tersebut masuk. Jika dana pembayaran bunga sudah masuk, KSEI akan memproses sesuai ketentuan. Berdasarkan ketentuan, jika dana pembayaran bunga masuk hari ini, maka dana tersebut baru akan didistribusikan kepada pemegang obligasi keesokan harinya. Namun, karena besok merupakan hari libur nasional, pembayaran bunga baru akan didistribusikan pada hari kerja berikutnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 terbit pada 31 Oktober 2019. Obligasi yang akan jatuh tempo pada 30 Oktober 2022 itu memiliki nilai pokok awal sebesar Rp1,5 Triliun. Saat ini, berdasarkan data KSEI, nilai pokok obligasi tersebut telah berkurang menjadi Rp1,34 Triliun. Obligasi tersebut menjanjikan bunga tetap sebesar 9,75 persen yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Itu artinya, Waskita Beton Precast harus membayar bunga Rp32,28 Miliar untuk bunga ketiga yang jatuh tempo hari ini.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*