Indonesia Fibreboard Industry Habiskan Dana IPO Rp144,09 Miliar, Ini Rinciannya
Salah satunya, untuk belanja modal dan peralatan mesin perseroan telah menghabiskan dana IPO sebanyak Rp25,22 Miliar.
Direktur PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII), Thomas Verdiyanto mengatakan, perseroan telah menghabiskan seluruh dana hasil penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) senilai Rp 144,09 miliar hingga periode 30 Juni.
“Perseroan sebelumnya meraih dana hasil penawaran umum sebesar Rp148,26 Miliar. Kemudian, dikurangi biaya penawaran umum sebanyak Rp4,16 Miliar. Dengan demikian, hasil bersih yang didapatkan oleh perseroan sejumlah Rp 144,09 miliar,” ujarnya dalam laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO, di Jakarta (14/7) kemarin.
Thomas mengungkapkan, adapun rinciannya sebagai berikut:
Pertama, perseroan telah menggunakan dana IPO saham sebanyak Rp90,23 Miliar untuk pelunasan hutang bank kepada Bank Norddeutsche Landesbank Girozentrale (Nord LB).
Kedua, untuk belanja modal dan peralatan mesin, perseroan telah menggunakan dana IPO sebanyak Rp25,22 Miliar.
“Secara rinci, dana untuk belanja modal dan peralatan mesin tersebut digunakan untuk pelunasan pembelian Steel Belt Contiroll dengan jumlah realisasi sebesar Rp13,52 Miliar. Kemudian, realisasi dana sejumlah Rp781 Juta dipakai untuk pelunasan pembelian Screen Progress. Berikutnya, perseroan melakukan pelunasan terhadap pembelian Rotobec Electrical Louder dengan realisasi dana sebesar Rp2,31 Miliar dan pelunasan pembelian Chipper Progress dengan realisasi dana sebanyak Rp2,81 Miliar, serta pelunasan pembelian Roller Roads dengan realisasi dana sejumlah Rp5,80 Miliar,” bebernya.
Ketiga, sisanya perseroan memakai Rp 28,64 miliar untuk modal kerja.
Menurut Thomas, modal kerja yang dipakai ialah untuk pembelian kayu, urea, metanol, solar dan batubara, serta digunakan untuk operasional.
“Maka demikian, hingga 30 Juni perseroan tercatat telah menggunakan seluruh perolehan dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar Rp 144,09 miliar,” jelasnya.
Thomas melanjutkan, dari sisi laporan keuangan, sepanjang triwulan I-2020 perseroan telah membukukan penjualan bersih sebanyak Rp168,95 Miliar, mengalami kenaikan 10,89 persen apabila dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu, yakni Rp152,35 Miliar.
“Kenaikan ini terdiri dari sektor ekspor yang tercatat Rp129,67 Miliar dari sebelumnya Rp112,63 Miliar dan sektor lokal sebanyak Rp39,27 Miliar dari semula Rp39,72 Miliar. Kemudian, beban pokok penjualan meraih Rp117,35 Miliar, meningkat dari triwulan I-2019 yang mencatatkan Rp114,39 Miliar. Dengan demikian, laba bruto yang diperoleh oleh perseroan di triwulan I-2020 sejumlah Rp51,59 Miliar, naik dari periode sama di tahun sebelumnya yang tercatat Rp37,95 Miliar,” tukasnya.
Sebagai penutup Thomas menagtakan, adapun laba sebelum beban pajak penghasilan juga mengalami peningkatan menjadi Rp25,92 Miliar atau naik 102,65 persen dari perolehan di triwulan I-2019 yakni Rp12,79 Miliar.
“Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terangkat menjadi Rp 8,90 Miliar, naik 69,81 persen dari periode sama di tahun lalu yang tercatat Rp11,13 Miliar,” sebutnya.
SF








































