Ingin Menjadi Emiten Rendah Karbon BEI? Ini Syarat dan Mekanismenya
“Sebagai informasi, saham GOTO diketahui mengalami penguatan sebesar 11,70% setelah memasuki indeks LQ45 Low Carbon ini.”
Baru-baru ini, emiten PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diketahui masuk ke dalam kategori Indeks LQ45 Low Carbon. Dilansir dari dokumen Panduan Indeks IDX LQ45 Low Carbon Leaders, LQ45 Low Carbon merupakan suatu indeks yang berisikan 45 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu dalam 12 bulan terakhir.
Dalam hal ini, kriteria yang dimaksud adalah perusahaan yang mengungkapkan data emisi karbon gas rumah kaca (GRK) Scope 1 dan Scope 2 pada Laporan Keberlanjutan periode berjalan.
Tidak hanya itu, emiten GOTO juga diketahui memenuhi 3 (tiga) kriteria lainnya yang ditetapkan oleh BEI terkait dengan LQ45 Low Carbon ini. Kriteria lainnya tersebut diantaranya:
- Mengeluarkan saham semesta yang masuk ke dalam industri batu bara berdasarkan IDX-IC.
- Menyesuaikan bobot di sektornya masing-masing sesuai dengan carbon intensity.
- Mengeluarkan konstituen dengan nilai carbon intensity tertinggi apabila Portfolio Weighted Average Carbon Intensity belum mencapai minimal 50% dibandingkan LQ45 (parent index).
Saham semesta dalam hal ini digunakan dalam proses pemilihan konstituen Index IDX LQ45 Low Carbon Leaders yang merupakan saham-saham yang menjadi konstituen dari Indeks LQ45 yang mengungkapkan data emisi karbon gas rumah kaca (GRK) Scope 1 dan Scope 2 pada Laporan Keberlanjutan periode berjalan dengan ketentuan sebagai berikut:
- Evaluasi Mayor di bulan Januari: menggunakan konstituen LQ45 yang akan efektif pada bulan Februari di tahun yang sama.
- Evaluasi Mayor di bulan Juli: menggunakan konstituen LQ45 yang akan efektif pada bulan Agustus di tahun yang sama.
Lebih lanjut, saham yang masuk ke dalam kategori LQ45 Low Carbon bukanlah saham yang diklasifikasikan sebagai saham produsen batu bara berdasarkan industri IDX-IC. Sebab, BEI menilai bahwa produsen batu bara menyumbang emisi yang cukup tinggi dari Scope 3 atau emisi tidak langsung (indirect emission) dari rantai pasok perusahaan, seperti penggunaan bahan bakar dan energi untuk setiap aktivitas yang dilakukan.
Menanggapi adanya hal ini, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa indeks LQ 45 ini bertujuan untuk mengurangi eksposur intensitas emisi karbon atas portofolio sebesar minimal 50 persen dibandingkan dengan Indeks LQ45 sebagai parent index. Sehingga, hal ini akan mendorong pasar terhadap penerapan perilaku rendah karbon ini.
“Dalam menentukan saham yang masuk dalam LQ45 kriteria utama adalah memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental dan kepatuhan yang baik,” ujar Jeffrey dikutip Bisnis, Senin (14/11/2022).
Sebagaimana informasi, saham GOTO diketahui mengalami penguatan sebesar 11,70% setelah memasuki indeks LQ45 Low Carbon ini. Selain GOTO, terdapat pula 24 saham yang masuk sebagai konstituen awal indeks ini pada periode perdagangan 11 November 2022 sampai dengan 31 Januari 2023.
Emiten saham tersebut diantaranya:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
- PT Barito Pasific Tbk (BRPT)
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
- PT XL Axiata Tbk (EXCL)
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
- PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
- PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG)
- PT Timah Tbk (TINS)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
- PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
- PT United Tractor Tbk (UNTR)
AA








































