Ini Tipsnya Menciptakan Lawfirm yang Punya Diferensiasi

0
333
Ilustrasi : https://pixabay.com/

Persaingan dunia bisnis saat ini memang terpantau semakin ketat, apalagi bisnis law firm. Dalam menghadapi persaingan yang ketat ini sebagai pebisnis hanya perlu bekerja ekstra keras dan menerapkan sebuah strategi yang efektif dengan menampilkan dan menawarkan sesuatu yang berbeda. Dalam konsep diferensiasi bisa jadi menjadi solusi untuk membangun law firm yang bisa menembus ketatnya persaingan pasar saat ini.

Untuk itu, Founder Smartlegalnetwork.com, Bimo Prasetio, memaparkan ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk para lawyer dalam membangun bisnis law firmnya. Hal ini disampaikannya dalam acara “Talkshow Law Firm Morphosis,” yang diselenggarakan di Uniqorn, Jakarta, Kamis (8/6).

Pertama, bisnis law firm harus fokus menjual expert bidang yang bisa ditangani. Bimo menjelaskan sebelumnya law firm yang dibangunnya itu menjual banyak jasa. Namun, akhirnya bisnis law firm-nya pun sempat tersendat karena dianggap kurang spesialis. Di sinilah, penegasan identitas law firm dibutuhkan.

“Kita itu law firm palu gada (lawfirm yang bisa menganangi semua kasus-red). Enggak laku banyak yang tidak mau karena dianggap enggak spesialis nih. Orang-orang enggak punya trust dengan lawfirm palu gada. Dibilang perdata, bisa, pidana, bisa. Akhirnya sulit menemukan klien,” jelas Bimo.

Kedua, bisa ber- digital marketing. Perkembangan zaman dan teknologi yang serba digital, kata Bimo, membuat para lawyer dituntut untuk mengadopsi digital marketing dalam membangun bisnis law firm. Saat ini, lawyer dalam menjalan jasanya harus bisa memanfaatkan media sosial.

“Dari situ kita melihat bagaimana tren digital itu seperti apa, SEO, Google Adwords, fb ads, instragram, twitter dan lain sebagainya. Sempat dapat klien pertama itu dari twitter dan akhirnya mengikuti perkembangan. Dari sini saya melihat bahwa bisnis itu perlu segmenting, marketing, branding, ditambah trend digital, itu semua bikin kita jadi fokus. Akhirnya dengan melihat dari google trend itu dapat melihat hal-hal apa saja yang sedang ramai dicari orang,” jelas Bimo.

“Jadi apa yang dicari orang, sudah jual itu saja. Enggak usah membranding menjadi jagonya apa, karena akan sulit mencari siapa yang akan memakai jasa kita. Karena senior-senior kita yang ngetop itu sudah banyak. Jadi saya ubah dengan strategi digital dan corporate branding. Dan memang belajar-belajar terus akhirnya. Bagaimana hadir di halaman satu google itu, risetnya kaya gimana, seperti itu,” tambah Bimo.

Ketiga, bebagi waktu managemen law firm bersama kolega. Bimo menjelaskan dirinya membagi tugas bersama koleganya. Dalam hal ini, ia fokus untuk marketing dan networking-nya, sedangkan koleganya yang mengerjakan operasional. “Jadi, dapet klien itu dari saya ngisi workshop seminar, itu bener-bener dulu dibayarnya cuma 2M (Makasih Mas). Tapi itu efektif banget. Itu dari sisi offline saja. Dari saya mengajari UKM sampai akhirnya diajak ke komunitas-komunitas bisnis. Dari keliling itu mulai ada trust dari enggagement. Jadi supaya ada trust harus ada enggangement. Nah, dari situ juga saya belajar,” jelasnya.

Keempat, law firm juga harus paham value klien. “Dan untuk bisa memenangkan hati klien itu harus paham valuenya klien itu apa bukan fiturnya. Jadi kalau saya bilang kami pernah nanganin perkara ini, kasus ini, lawyer kami dari kampus-kampus ini. Itu enggak efektif, sangat gak laku. Klien atau calon klien itu enggak mau dengerin,” tukasnya.

PHB

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*