UMP Naik Sampai 8,51%, tapi 7 provinsi harus menyesuaikan
Kementerian Ketenagakerjaan telah memutuskan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,51% untuk tahun 2020. Keputusan tersebut mengacu pada tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia yang disebutkan dalam Surat Edaran Menteri Nomor B-M/308/HI.01.00/2019 perihal Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto tahun 2019.
Dalam surat edaran yang ditujukan pada Gubernur se-Indonesia, tingkat inflasi yang dimaksud sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,21%. Dengan demikian kenaikan UMP dan/atau UMK 2020 berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 8,51%.
Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan RI, dalam surat tersebut menyatakan kewajiban para Gubernur untuk mengumumkan kenaikan UMP tersebut secara serentak pada 1 November 2019. Kepada UMK selambat-lambatnya ditetapkan dan diumumkan pada 21 November 2019.
Merujuk pada Pasal 63 PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, surat tersebut juga menyatakan bagi daerah dengan UMP/UMK yang pada 2015 masih dibawah nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) wajib menyesuaikan upah minimumnya dengan KHL paling lambat pada penetapan upah minimum 2020.
Adapun tujuh provinsi yang harus menyesuaikan UMP sama dengan KHL yaitu Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, NTT, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Hal ini dapat memungkinkan provinsi-provinsi tersebut tidak mengalami kenaikan setara 8,51%.
Mengutip detik.com, berikut perkiraan UMP 2020 di 34 Provinsi:
- Nangroe Aceh Darussalam dari Rp 2.916.810 jadi Rp 3.165.030
- Sumatera Utara dari Rp 2.303.403 jadi Rp 2.499.422
- Sumatera Barat dari Rp 2.289.228 jadi Rp 2.484.041
- Sumatera Selatan dari Rp 2.804.453 jadi Rp 3.043.111
- Riau dari Rp 2.662.025 jadi Rp 2.888.563
- Kepulauan Riau dari Rp 2.769.683 jadi Rp 3.005.383
- Jambi dari Rp 2.423.889 jadi Rp 2.630.161
- Bangka Belitung dari Rp Rp 2.976.705 jadi Rp 3.230.022
- Bengkulu dari Rp 2.040.000 jadi Rp 2.213.604
- Lampung dari Rp 2.240.646 jadi Rp 2.431.324
- DKI Jakarta dari Rp 3.940.973 jadi Rp 4.276.349
- Banten dari Rp2.267.965 jadi Rp 2.460.968
- Jawa Barat dari Rp 1.668.372 jadi Rp 1.810.350
- Jawa Tengah dari Rp 1.605.396 jadi Rp 1.742.015
- Jawa Timur dari Rp 1.630.059 jadi Rp 1.768.777
- DIY dari Rp 1.570.922 jadi Rp 1.704.607
- Bali dari Rp 2.297.967 jadi Rp 2.493.523
- NTB: dari Rp 2.012.610 jadi Rp 2.183.883
- NTT dari Rp 1.793.293 jadi Rp 1.945.902
- Kalimantan Selatan dari Rp 2.651.781 jadi Rp 2.877.447
- Kalimantan Timur dari Rp 2.747.561 jadi Rp 2.981.378
- Kalimantan Barat dari Rp 2.211.500 jadi Rp 2.399.698
- Kalimantan Tengah dari Rp 2.663.435 jadi Rp 2.890.093
- Kalimantan Utara dari Rp 2.765.463 jadi Rp 3.000.803
- Sulawesi Selatan dari Rp 2.860.382 jadi Rp 3.103.800
- Sulawesi Utara dari Rp 3.051.076 jadi Rp 3.310.722
- Sulawesi Tenggara dari Rp 2.351.870 jadi Rp 2.552.014
- Sulawesi Tengah dari Rp 2.123.040 jadi Rp 2.303.710
- Sulawesi Barat dari Rp 2.369.670 jadi Rp 2.571.328
- Gorontalo dari Rp 2.384.020 jadi Rp 2.586.900
- Maluku dari Rp 2.400.664 jadi Rp 2.604.960
- Maluku Utara dari Rp 2.508.092 jadi Rp 2.721.530
- Papua dari Rp 3.240.900 jadi Rp 3.516.700
- Papua Barat dari Rp 2.934.500 jadi Rp 3.184.225
ZNA








































