Unilever melepas merek teh SariWangi senilai Rp1,5 triliun kepada PT Savoria Kreasi Rasa. Langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk fokus pada kategori dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi, seperti Beauty & Wellbeing, dan Nutrition, guna memaksimalkan keuntungan dan return jangka panjang.
Pada 6 Januari 2026, PT Unilever Indonesia Tbk. mengumumkan bahwa mereka resmi melepaskan merek teh ikonik, SariWangi, ke PT Savoria Kreasi Rasa, yang berada di bawah Grup Djarum. Nilai kesepakatan ini mencapai Rp1,5 triliun dan prosesnya akan selesai pada 2 Maret 2026.
Ini adalah keputusan besar yang menandai perubahan signifikan dalam strategi perusahaan yang telah lama dikenal dengan portofolio merek globalnya. Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan.
Unilever telah memilih untuk fokus pada kategori-kategori yang lebih berkembang, seperti Beauty & Wellbeing, Personal Care, dan Nutrition yang memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.
Baca juga: Pengalaman Bisnis Terhambat Karena Kendala Legalitas
Keputusan divestasi ini memperlihatkan bagaimana perusahaan besar seperti Unilever mengelola portofolio merek mereka secara disiplin. Tidak selamanya sebuah merek harus terus dimiliki. Ada saatnya ketika perusahaan harus melepaskan merek yang sudah mencapai puncaknya dan beralih ke kategori dengan potensi lebih besar.
SariWangi, meskipun menjadi ikon teh di Indonesia, berada dalam kategori mature dengan pertumbuhan yang semakin terbatas. Dengan keputusan ini, Unilever dapat mengalihkan modal dan fokus ke sektor-sektor dengan pertumbuhan yang lebih menjanjikan.
Divestasi sebagai Keputusan Investasi yang Cerdas
Divestasi sering kali dianggap sebagai langkah kontroversial, namun sebenarnya merupakan bagian penting dari keputusan investasi yang sangat strategis. Dalam konteks Unilever, menjual SariWangi bukanlah tindakan yang menunjukkan kegagalan, melainkan langkah cerdas dalam mengoptimalkan potensi investasi perusahaan.
Ketika sebuah merek berada dalam fase mature dengan ruang pertumbuhan yang terbatas, keputusan untuk melepaskan merek tersebut bisa menghasilkan return yang lebih besar dibandingkan dengan mempertahankannya dalam portofolio.
Keputusan Divestasi Berdasarkan Data dan Penilaian yang Matang
Divestasi memungkinkan Unilever untuk mengalihkan modal yang sebelumnya terkunci dalam kategori yang stagnan, ke area yang lebih menguntungkan. Ini adalah bentuk manajemen portofolio yang bijak, di mana perusahaan memahami kapan waktunya untuk “melepaskan” dan berinvestasi pada kategori yang memiliki margin lebih tinggi dan potensi pertumbuhan global yang lebih besar.
Dengan begitu, perusahaan dapat memaksimalkan return dan mempercepat pencapaian tujuan jangka panjang bagi para pemegang saham.
Lita Paromita Siregar, Partner pada BP Lawyers Counselors at Law mengungkapkan keputusan untuk melakukan divestasi harus didasarkan pada data yang matang dan metode penilaian yang tepat didasari pada waktu dan konteks transaksi.
“Bahkan dengan data dan penilaian yang matang saja, kadang tidak menjamin keputusan tersebut merupakan keputusan yang tepat, tapi setidaknya pemegang saham dan eksekutif perusahaan bisa mendapatkan gambaran jelas mengenai kekurangan dan kelebihan atas strategi dan keputusan yang diambil”, ungkap Lita lebih lanjut.
Langkah Bisnis Melalui Divestasi
Keputusan Unilever untuk melepas SariWangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa menggambarkan bagaimana perusahaan besar harus mengelola portofolio merek mereka dengan bijak. Divestasi bukanlah hal yang negatif; sebaliknya, ini merupakan keputusan investasi yang penuh perhitungan.
Ketika sebuah merek mencapai titik kematangan dan ruang pertumbuhannya terbatas, menjualnya pada puncak kematangan bisa memberikan nilai maksimal. Dengan menjual SariWangi, Unilever tidak hanya mengurangi risiko bisnis tetapi juga dapat mengalihkan modal dan fokus ke kategori-kategori dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.
Ini adalah strategi yang menunjukkan bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan siklus hidup merek untuk menghasilkan keuntungan optimal. Divestasi menjadi bagian penting dari keputusan investasi jangka panjang yang memastikan perusahaan tetap berada di jalur yang benar untuk pertumbuhan dan keuntungan di masa depan.
(RED)








































