Nadia Omara: Bukti Bahwa Kreativitas dan Legalitas Bisa Jalan Beriringan

Nadia Omara: Bukti Bahwa Kreativitas dan Legalitas Bisa Jalan Beriringan
Sumber gambar: tirto.id

Nadia Omara, kreator di balik Kisah Horor Wawak, membuktikan pentingnya mendirikan badan usaha resmi. Melalui Nadia Omara Production, ia melindungi karya dan mereknya secara hukum, contoh nyata sinergi antara kreativitas dan kesadaran hukum dalam dunia digital.

Curhat ke Nadia Omara!

Siapa sangka, jargon ini populer pada sebagian besar kolom komen sosial media Indonesia sekitar tahun 2023, pemicunya kemungkinan besar karena segmen youtube Nadia Omara yang berjudul Kisah Horor Wawak. Kecakapan Nadia Omara dalam menceritakan kembali kisah-kisah horor dari para subscribernya, membuat netizen mencetuskan istilah “Curhat ke Nadia Omara!”.

Nadia Omara mengawali kiprahnya dalam dunia video konten youtube sejak 2019, selama 5 tahun pula rekam jejaknya telah menelurkan 13,3 juta subscriber hingga Oktober 2025 ini. Selain kisah horor, Nadia Omara juga kerap memanjakan penonton dengan konten bernuansakan teori konspirasi, kriminal, dan kisah-kisah nabi khususnya pada momen ramadhan. 

Dari Konten ke Korporasi

Nadia Omara tidak hanya mahir sebagai “pendongeng” layar kaca, lulusan Sarjana Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini juga pandai dalam memanfaatkan ilmunya. Hal ini terungkap dalam podcast Raditya Dika, dimana Nadia telah mengukuhkan tim kreatifnya kedalam sebuah badan usaha. 

Nadia Omara Production tercatat di LinkedIn secara profesional sebagai “dapur” untuk meramu setiap intellectual property yang ia ciptakan. Bermodalkan keilmuan yang didapatkannya semasa kuliah dulu, Nadia telah mendaftarkan hak eksklusif atas namanya untuk dapat digunakan dalam merchandise, komik, buku dan tidak menutup kemungkinan jenis ciptaan lainnya.

Kesadaran Hukum dalam Dunia Kreatif

Seorang lulusan hukum yang melek hukum, mungkin istilah ini tepat untuk menggambarkan sepak terjang Nadia Omara. Dalam obrolannya di Podcast Raditya Dika, Nadia menyebutkan bahwa segmen mistis “KHW atau Kisah Horor Wawak” sebagai konten youtube yang telah ia daftarkan merek pada tahun 2024.

Setelah dilakukan penelusuran merek, KHW atau Kisah Horor Wawak termuat dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) dengan status DIDAFTAR. Dengan demikian, Nadia Omara tidak hanya mengamankan bisnisnya, tapi juga memberikan perlindungan hukum dalam setiap nilai aset usahanya.

Berawal dari video yang diputar sebagai teman disaat sedang makan, kini lahir beragam karya yang dapat dinikmati oleh penggemarnya. Berangkat dari keinginan untuk mendapatkan pundi-pundi tambahan, kini karyanya menjelma menjadi ladang cuan yang memperoleh perlindungan.

Pentingnya Mendirikan Badan Usaha dalam Perjalanan Bisnis Nadia Omara

Langkah Nadia Omara dalam membawa tim kreatifnya menjadi sebuah badan usaha resmi sejalan dengan prinsip penting yang kerap disarankan bagi para pelaku bisnis. Keputusan Nadia mendirikan Nadia Omara Production membuktikan kesadaran hukumnya sebagai pelaku usaha yang ingin melindungi aset, merek, dan intellectual property yang ia miliki. 

Nadia tidak hanya membangun bisnis dari sisi kreatif, tetapi juga memastikan bahwa seluruh aktivitas komersialnya memiliki dasar hukum yang kuat, sesuai dengan pandangan bahwa mendirikan badan usaha adalah bentuk kesiapan menghadapi risiko dan menjamin keberlanjutan bisnis.

Dengan legalitas tersebut, Nadia Omara seakan mencerminkan bahwa profesionalisme dan perlindungan hukum adalah bagian penting dari industri kreatif modern. Langkah ini bukan sekadar administrasi, melainkan strategi untuk memperkuat identitas dan nilai ekonomis karya yang ia hasilkan.

Nadia Omara adalah contoh nyata bagaimana profesionalitas dalam industri kreatif dapat dimulai dari kesadaran hukum, menjadikan cerita horor bukan hanya hiburan, tetapi juga inspirasi bisnis yang terlindungi dan berkelanjutan.

Artikel ditulis oleh Selfia Christiani.

Dipromosikan