OJK Terbitkan Regulasi Terkait Penggabungan Bank

0
280

Penggabungan atau peleburan dilakukan oleh Direksi dengan menyusun rancangan terlebih dahulu.

Mulai 26 Desember 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberlakukan regulasi baru terkait Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Intergrasi dan Konversi Bank Umum melalui Peraturan OJK Nomor 41/ POJK.03/2019 (POJK 41/2019). Nantinya OJK akan mengatur struktur perbankan yang dapat melakukan konsolidasi sesama Bank Umum Konvensional (BUK), sesama Bank Umum Syariah (BUS), serta BUS dan BUK yang dapat melebur dan wajib menjadi BUS.

Seluruh perbuatan hukum penggabungan, peleburan, pengambilalihan, integrasi, dan konversi ini dapat dilakukan atas dua dasar. Pertama, proses dilakukan atas inisiatif Bank dan Kantor Cabang Bank Luar Negeri (KCBLN) yang bersangkutan. Kedua, didasarkan pada tindakan pengawasan yang dilakukan oleh OJK. Proses ini wajib memperoleh izin dari OJK dengan mengacu pada persyaratan dan tata cara yang diatur dalam peraturan OJK ini.

Adapun persyaratan dari penggabungan atau peleburan bank–bank tersebut dilakukan oleh masing masing direksi dengan menyusun rancangan penggabungan atau peleburan. Rancangan tersebut wajib memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris masing masing bank. Kemudian Bank tersebut menyampaikan informasi mengenai perkembangan rancangan penggabungan atau peleburan kepada OJK.

OJK nantinya akan memberikan persetujuan atau penolakan atas permohonan izin penggabungan atau peleburan yang diajukan para pemohon. Persetujuan atau penolakan tersebut diberikan dalam jangka waktu empat belas hari sejak dokumen diterima secara lengkap.

 

-PNJ

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*