Paket Kebijakan Baru Besutan Anies Dalam Menghadapi Kenaikan Covid-19 di Jakarta
Kasus positif Covid-19 hingga saat ini masih terus meningkat terutama di DKI Jakarta dan dinilai membutuhkan terobosan strategi kebijakan baru untuk menanggulanginya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan resmi bahwa pemerintah DKI Jakarta telah mempersiapkan sejumlah kebijakan yang segera diberlakukan dan dikeluarkan secara resmi pada Rabu (9/9). Paket kebijakan tersebut merupakan strategi lanjutan dari kebijakan yang telah dijalani sebelumnya.
“Kita sedang mempersiapkan satu paket kebijakan, nanti kami akan sampaikan bersama-sama setelah berakhir siklus PSBB jilid kelima, langsung satu paket sekaligus jadi tidak satu-satu untuk fase berikutnya,” ujar Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (7/9).
Paket kebijakan yang dipersiapkan itu termasuk diantaranya stimulus ekonomi kepada pelaku usaha yang semakin banyak dan membutuhkan suntikan dana pada masa pandemi ini. Selain itu, akan kembali diberlakukan juga pembatasan sosial berskala wilayah jilid enam.
Kemungkinan besar akan ada kebijakan mengenai izin usaha yang semakin dipermudah baik usaha mikro dan makro untuk mendorong sektor ekonomi. Pemprov DKI Jakarta juga akan semakin banyak memfasilitasi pelayanan kesehatan agar dapat menjangkau siapapun yang membutuhkan rujukan akses tersebut di ibukota.
Anies juga mengharapkan selaras dengan inovasi kebijakan yang dikeluarkan, masyarakat mampu bekerjasama dengan tertib menggunakan masker dimanapun dan kapanpun. Masyarakat juga diminta untuk saling mengawasi satu sama lain dan lebih peka dengan lingkungan sekitar apabila ada yang melanggar protokol kesehatan ataupun menunjukan gejala terjangkit virus Covid-19.
Tercatat hingga hari ini sudah ada lebih dari 40.000 kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Anies menegaskan dengan data lapangan tersebut, pemerintah provinsi DKI Jakarta akan berusaha selalu transparan dalam menggunakan data dan menyampaikannya ke publik. Selain itu, semua kebijakan pemerintah yang diambil juga berbasis dari data di lapangan mana yang paling efektif untuk diberlakukan.
DD








































