Perbankan Siap Adaptasi New Normal dengan Optimalisasi Layanan Digital

Perbankan Siap Adaptasi New Normal dengan Optimalisasi Layanan Digital

Perbankan Siap Adaptasi New Normal dengan Optimalisasi Layanan Digital

Optimalisasi layanan digital pada perbankan sebagai solusi dan ujung tombak operasional bank ke depan dalam menyambut era new normal.

Era normal baru (new normal) sebagai langkah pemulihan ekonomi dan industri akibat Covid-19 sudah di depan mata. Berbagai elemen bersiap beradaptasi menyambut era baru ini. Tak terkecuali industri perbankan pun sudah mempersiapkan sederet skenario. Tentunya, dalam era normal baru ini fitur dan layanan digital bakal menjadi ujung tombak operasional bank ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati yang akrab dipanggil Susi mengatakan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan mengintensifkan layanan digital pada outlet-outlet konvensional BNI.

“Terkait dengan operasional pembukaan outlet, akan menyesuaikan dengan instruksi terkait dengan keadaan suatu daerah terhadap PSBB-nya. Kenyamanan dan pelayanan nasabah berbasis protokol Covid-19 diutamakan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/5) lalu.

Menurut Susi, pihaknya juga akan melakukan perampingan gerai konvensional perusahaan.

“Perusahaan akan melakukan perubahan tatanan pekerja dari tatap muka menjadi lebih ke sistem digital. Ini diharapkan dapat mengubah pola pikir dan tatanan layanan yang biasa menjadi lebih efektif dan menerapkan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Susi menuturkan, BNI juga akan menjalankan aturan karyawan di atas 45 tahun untuk bekerja dari rumah atau work from home, sementara untuk usia kurang dari 45 tahun dapat menjalani aktivitas di kantor.

Meski demikian, kata Susi, perusahaan tetap memberikan penugasan dan target yang bisa dijalankan selama karyawan berada di rumah. Bahkan, BNI sudah menyiapkan skenario terburuk apabila ada karyawannya yang terinfeksi virus corona.

Susi menyebutkan, sejauh ini pun sebenarnya transaksi digital BNI terus meningkat. Misalnya, mobile banking BNI dari sisi volume transaksi sudah mencapai Rp 103 triliun di kuartal I 2020 atau naik 84,4% secara year on year (yoy).

“Dengan jumlah pengguna yang mencapai 5,4 juta dan naik 62,7% dari capaian tahun sebelumnya 3,32 juta. Akan semakin memberdayakan agen laku pandai perusahaan yakni Agen46. Saat ini BNI sudah memiliki 160.341 agen naik 36,6% yoy,” tukasnya.

Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Amam Sukriyanto menjelaskan, dari sisi layanan dan operasional perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah memiliki berbagai inisiatif digital yang mampu dimanfaatkan masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan kondisi the new normal.

Amam menyebutkan, BRI telah memiliki berbagai layanan perbankan yang terintegrasi sehingga masyarakat tetap mampu bertransaksi dengan aman dan nyaman di tengah imbauan untuk physical distancing.

“Berbagai terobosan ini membuat masyarakat tetap dapat mengakses perbankan meskipun gerak menjadi terbatas,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (26/5) lalu. Adapun layanan tersebut sebagai berikut:

Pertama, melalui pembukaan rekening simpanan serta transaksi transfer dan pembayaran secara online.

Amam menuturkan, BRImo merupakan aplikasi yang memiliki fungsi mobile banking dan internet banking ke dalam satu aplikasi dengan menu transaksi yang lebih lengkap dan menarik. Aplikasi ini memiliki fitur transfer, berbagai pembayaran, top-up uang elektronik (BRIZZI), cek mutasi rekening dan banyak lagi layanan perbankan lainnya.

“Melalui aplikasi ini juga, nasabah tidak perlu datang ke kantor Bank apabila ingin membuka rekening baru,” tuturnya.

Kedua, pinjaman digital Ceria.

Ia menerangkan, melalui produk Ceria yang diluncurkan pada tahun 2019 lalu, Bank BRI menjadi bank pertama di Indonesia yang memiliki produk pinjaman digital. Katanya, aplikasi ini sudah fully digital, dengan sistem digital verification, digital scoring, hingga digital signature.

“Sehingga masyarakat dimudahkan ketika mengajukan personal loan dengan cukup melalui smartphone dan tidak perlu datang ke kantor BRI,” sebutnya.

Ketiga, layanan virtual assistant SABRINA.

Amam mengatakan, SABRINA yang diluncurkan pada tahun 2018 merupakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berbasis chat yang berfungsi layaknya Customer Service. Kata Amam, SABRINA bisa dimanfaatkan untuk mencari tahu lokasi Kantor BRI, informasi promo dan produk BRI, Info dan kegiatan Bank BRI serta layanan bantuan.

“Cukup dari gadget, maka nasabah bisa mendapatkan layanan bantuan BRI secara real time. SABRINA bisa diakses melalui facebook messenger, whatsapp dan telegram dengan nomor 08121214017,” imbuhnya.

Selain itu, Amam menjelaskan, transaksi penarikan dan setoran tabungan tak lagi harus datang ke kantor bank.

“Masyarakat dapat memanfaatkan Agen BRILink terdekat untuk melakukan penarikan dan setoran tabungan. Saat ini BRI telah memiliki agen berjumlah 428 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga masyarakat tak perlu mendatangi kantor BRI untuk bertransaksi. BRI juga memiliki lebih dari 18 ribu mesin ATM dan lebih dari 3800 mesin CRM. Untuk menghindari kejahatan perbankan digital, BRI selalu mengimbau kepada nasabah untuk mengganti PIN ATM secara berkala dan tidak memberikan informasi pribadi yang bersifat rahasia kepada siapapun, termasuk oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Bank BRI,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Direktur Utama BTN, Pahala Mansury mengatakan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pun sudah menyiapkan strategi ekspansi di tengah era normal baru. Menurut Mansury, pihaknya bakal membuka diri untuk sinergi dan kolaborasi dengan mitra kerja.

“Khususnya para pengembang, membuat strategi agar tetap survive dalam menjalankan bisnis terkait bidang properti di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Mansury mengungkapkan, di tengah pandemi berlangsung, perseroan juga menunjukkan komitmen sebagai bank yang terbesar dalam menyalurkan KPR Subsidi maupun Non Subsidi.

“Tercatat hingga April 2020 penyaluran KPR Subsidi Bank BTN telah menembus 105 persen dari target atau telah terealisasi sebanyak 26.836 unit. Pencapaian tersebut merupakan realisasi 99 persen atau sebesar Rp 3,57 Triliun dari dana subsidi pemerintah yang disalurkan melalui Bank BTN. Mulai Mei 2020 Bank BTN sudah siap menyalurkan SSB dengan target 146.000 unit diharapkan dapat terserap semua di tahun ini,” ucapnya.

Setali tiga uang, Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar menuturkan, PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) sudah lebih dulu melakukan sosialisasi protokol normal baru secara internal.

“Selain menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat, pihaknya juga akan tetap memastikan layanan perbankan di kantor-kantor cabang Bank Mandiri akan tetap beroperasi, dengan melakukan penyesuaian jam operasional yaitu dari jam 09.00 -15.00 WIB,” tukasnya.

Meski demikian, Royke menjelaskan, nasabah disarankan untuk melakukan transaksi keuangan melalui electronic channel Bank Mandiri seperti: Mandiri Online yang dapat melayani berbagai transaksi keuangan nasabah.

“Bahkan saat ini sudah dilengkapi dengan fitur biometric login dengan fingerprint scan maupun face recognition untuk menjamin keamanan transaksi,” imbuhnya.

Royke menyebutkan, ke depan Bank Mandiri akan terus meningkatkan inovasi pada produk Mandiri Online ini agar bisa memenuhi berbagai kebutuhan nasabah.

“Mengingat transaksi nasabah melalui jaringan elektronik Bank Mandiri memang tercatat meningkat mencapai 5,8 Juta transaksi per hari hingga Maret 2020,” pungkasnya.

 

SF

Dipromosikan