Perusahaan Multifinance Perkuat Modal Melalui Obligasi
Penerbitan obligasi periode Agustus hingga September dinilai efektif untuk memperkuat permodalan sekaligus mendukung pembiayaan di akhir tahun 2020.
Sejumlah perusahaan multifinance yang terdiri dari WOM Finance, AB Sinar Mas Multifinance, Astra Sedaya Finance, BFI Finance dan Mandiri Tunas Finance sepakat untuk menerbitkan obligasi. Hal ini dinilai sebagai salah satu strategi untuk menggenjot biaya permodalan di sisa tahun ini.
Dilansir dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), AB Sinar Mas Multifinance merilis obligasi senilai RP175 miliar dan telah didaftar sejak Senin (31/8). Selain itu, ada juga WOM Finance yang telah menerbitkan obligasi berkelanjutan Tahap IV tahun 2020 dengan membidik dana RP500 miliar.
Direktur Keuangan WOM Finance Zacharia Susantadiredja mengatakan bahwa dana penerbitan obligasi tersebut akan diprioritaskan untuk pembiayaan kebutuhan modal kerja di kuartal IV tahun 2020. Menurutnya dari penerbitan obligasi tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan kembali sisi kebutuhan dana dan kondisi pasar.
“Selama masih ada permintaan pasar maka harganya akan naik, WOM Finance pasti akan tetap menerbitkan obligasi minimal dua kali dalam setahun,” katanya.
Mandiri Tunas Finance lebih dulu menerbitkan obligasi berkelanjutan yaitu pada awal Agustus. Perolehan dana yang didapatkan MTF adalah senilai RP858 miliar.
Begitupula dengan Astra Sedaya Finance yang juga ikut menawarkan obligasi berkelanjutan yang diterbitkan dalam dua seri. Obligasi berkelanjutan yang ditawarkan Astra Sedaya Finance diketahui senilai RP1,5 triliun.
Astra Sedaya Finance menawarkan obligasi A dengan suku bunga 6,40% per tahun dan memiliki nilai pokok senilai RP1,03 triliun. Kemudian untuk obligasi B ditawarkan dengan suku bunga 7,60% per tahun dan memiliki nilai pokok sejumlah RP470 miliar.
Total dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk menyalurkan pembiayaan baru secara selektif guna mendukung kebijakan pemulihan ekonomi nasional. Khususnya perolehan dana yang masuk akan diprioritaskan untuk mempertahankan posisi finansial yang masih dalam skala relatif stabil.
DD








































