PLN Gandeng PT Sang Hyang Seri Untuk Mengolah Sekam Padi Jadi Bahan Bakar PLTU

PLN Gandeng PT Sang Hyang Seri Untuk Mengolah Sekam Padi Jadi Bahan Bakar PLTU

PLN Gandeng PT Sang Hyang Seri Untuk Mengolah Sekam Padi Jadi Bahan Bakar PLTU

“Pemanfaatan sekam menjadi bahan baku biomassa untuk program co-firing PLTU guna mengurangi emisi karbon dan juga sebagai pendapatan perusahaan.”

PT PLN (Persero) menggandeng PT Sang Hyang Seri untuk mengembangkan sekam padi menjadi bahan baku biomassa untuk program co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Hal tersebut sebagaimana ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) kajian bersama pengolahan sekam padi menjadi bahan  baku biomassa co-firing pada tanggal 1 Maret 2022.

Biomassa merupakan sumber energi alternatif dengan bahan baku yang dapat terbarukan yang dapat dijadikan bahan bakar. Biomassa merupakan bahan organik yang dapat dihasilkan dari produk buangan seperti sekam padi, limbah pertanian, limbah ternak dan taman gamal ataupun kaliandra dan masih banyak lagi.

I Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri BUMN menyampaikan bahwa kerjasama merupakan bentuk pemanfaatan sekam padi yang dapat menambah pendapatan perusahaan.

“Selama ini sekam padi milik PT Sang Hyang Seri menjadi waste. Dengan adanya pemanfaatan sekam padi menjadi produk biomassa co-firing, maka bisa menambah pendapatan perusahaan. Sedangkan dari sisi PLN juga bisa mengantongi penghematan dari sisi bahan baku PLTU melalui program ini,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis (4/3).

Sejalan  dengan pendapat Wakil Menteri BUMN, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa kerjasama tersebut menjadi langkah untuk menekan emisi karbon. Juga sebagai upaya menekan emisi karbon dan mencapai net zero emission pada tahun 2060 mendatang.

“Kerjasama PLN dan PT Sang Hyang Seri menjadi langkah bersama untuk menekan emisi karbon. Di satu sisi, kerjasama ini juga bisa meningkatkan efisiensi dua BUMN dalam mengelola waste menjadi bahan bernilai,” ujarnya dikutp dari website pln.co.id (4/3).

Selain itu, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Maryono menjelaskan bahwa kerjasama tersebut juga sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan oleh perusahaanya. Dimana selama ini dalam mengelola sawah dengan hasil sebesar 55 juta ton per tahun terdapat tumpukan sekam sebesar 11 juta ton.

“Yang biasanya ini hanya menumpuk, kini Alhamdulillah sudah ada off taker-nya. Kami akan mengola sekam ini menjadi bentuk pelet yang bisa digunakan PLN untuk program co-firing,” ujarnya (3/3).

PLN Gandeng Perhutani

Guna memasok kebutuhan biomassa untuk co-firing PLTU berjalan dengan lancar. PLN juga bekerjasama dengan Perhutani untuk memenuhi kebutuhan biomassa dua PLTU yaitu PLTU Pelabuhan Ratu dan PLTU Rembang.

Kerjasama antara PLN dengan Perhutani tersebut dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama (PKS) yang telah ditandatangani oleh kedua BUMN tersebut. Nantinya Perhutani akan memasok biomassa dari pengelolaan tanaman kaliandra dan gamal dimulai pada Desember 2022.

“Co-firing pada PLTU merupakan salah satu upaya PLN untuk mendukung capaian target EBT sebesar 23% dalam bauran energi pada 2025 dan net zero emission pada tahun 2060,” ujar Darmawan.

 

VWS

Dipromosikan