PSBB Transisi Kembali Diperpanjang, Pemprov DKI Berlakukan Kembali Ganjil Genap dan Jatuhkan Denda Progresif

0
155
PSBB Transisi Kembali Diperpanjang, Pemprov DKI Berlakukan Kembali Ganjil Genap dan Jatuhkan Denda Progresif

PSBB Transisi Kembali Diperpanjang, Pemprov DKI Berlakukan Kembali Ganjil Genap dan Jatuhkan Denda Progresif

“Perkantoran dan tempat usaha diizinkan beroperasi apabila membatasi jumlah karyawan dan pengunjung serta menerapkan jeda waktu kerja  bagi karyawan. Kami akan berlakukan denda progresif kepada pelanggaran berulang atas kegiatan usaha yang sebelumnya pernah dapat teguran”. 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali memperpanjang penerapan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi selama dua pekan ke depan. Menurutnya, keputusan tersebut diambil  lantaran penyebaran Covid-19 di Ibu Kota yang belum mengalami perbaikan.

“Data penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta justru mengalami kenaikan beberapa waktu belakangan. Kondisinya belum mengalami perbaikan dari dua minggu yang lalu sampai dengan sekarang bisa dibilang kondisinya relatif sama,” kata Anies dalam keterangan resminya, Kamis (30/7) kemarin.

Anies menuturkan, belum membaiknya kondisi penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta juga ditandai dengan positivity rate yang masih berada di angka 6,5 persen dan reproduksi efektif (Rt) Covid-19 yang berada di angka satu.

“Karena itu, dengan mempertimbangkan semua kondisi, kita memutuskan untuk memperpanjang PSBB sampai 13 Agustus 2020. Untuk itu, pada masa perpanjangan PSBB transisi kali ini, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus dipastikan terlaksana. Kami meminta semua warga untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Artinya, kegiatan yang selama ini berlangsung terus mengikuti kesehatan yang ada,” lanjut Anies.

Ganjil Genap Diaktifkan Kembali

Anies menyebutkan, bahwa sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap diterapkan kembali mulai pekan depan.

“Mulai pekan depan, kami akan siapkan penerapan ganjil genap. Dalam pelaksanaannya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Denda Progresif Bagi Perusahaan

Selain ganjil genap, Anies juga mengatakan, bahwa Pemprov DKI akan menerapkan denda progresif terhadap perusahaan atau tempat usaha yang berulang kali melanggar aturan PSBB.

“Perkantoran dan tempat usaha diizinkan beroperasi apabila membatasi jumlah karyawan dan pengunjung serta menerapkan jeda waktu kerja  bagi karyawan. Kami akan berlakukan denda progresif kepada pelanggaran berulang atas kegiatan usaha yang sebelumnya pernah dapat teguran,” tukasnya.

Anies mengungkapkan, penerapan denda progresif tersebut diberlakukan karena masih ada perusahaan yang belum mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Katanya, hal itu diduga menjadi penyebab munculnya klaster baru pasien positif Covid-19 dari sejumlah perusahaan dan tempat usaha di Jakarta.

“Pemprov DKI juga akan ketatkan pengawasan setiap usaha dan aktivitas publik di Jakarta. Kami akan umumkan secara resmi di situs kita tentang pelanggaran usaha yang terjadi dan penindakannya, sambungnya.

Untuk itu, Anies mengajak karyawan perkantoran di Ibu Kota untuk melaporkan perusahaan apabila menemukan pelanggaran aturan PSBB. “Semua kegiatan usaha tidak boleh ada resikokan pada kegiatan orang yang terlibat di dalamnya, harus tanggung jawab. Kalau ada pelanggaran, laporkan. Kami akan tindak,” ungkap Anies.

Sebagai informasi, jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 299 orang per Kamis kemarin, sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga hari ini adalah 20.769 orang.Informasi penambahan pasien tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani dalam keterangan tertulis.

Fify menjelaskan, sebanyak 12.801 orang dari total keseluruhan pasien positif Covid-19 dinyatakan telah sembuh, sedangkan 821 orang meninggal dunia.

“Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7.147 kasus (orang yang masih dirawat atau isolasi). Terakhir, tercatat 6.874 orang dites PCR dengan hasil 299 dinyatakan positif Covid-19 dan 5.274 negatif. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 6,5 persen, sedangkan Indonesia sebesar 13,6 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen,” pungkasnya.

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*