Putar Haluan ke Layanan Digital, Bank Mandiri Menutup 40 Kantor Cabang

Putar Haluan ke Layanan Digital, Bank Mandiri Menutup 40 Kantor Cabang
Image Source by bisnis.com

Putar Haluan ke Layanan Digital, Bank Mandiri Menutup 40 Kantor Cabang

“Dalam rangka meningkatkan pelayanan digital, Bank Mandiri kini berupaya untuk mentransformasikan kurang lebih 40 kantor cabangnya menjadi Smart Branch.”

Hingga Juli 2022, Bank Mandiri diketahui telah menutup kurang lebih 40 cabangnya dan menggantinya dengan teknologi digital seperti smart branch, Livin by Mandiri, dan Kopra. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya nasabah yang saat ini telah beralih untuk menggunakan layanan digital.

Tujuan dilakukannya transformasi ini adalah untuk mempermudah para nasabah ketika ingin mengakses layanan Bank Mandiri sehingga bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Bank Mandiri melakukan penutupan kantor cabang sebagai upaya efisiensi Bank Mandiri dalam menjalankan kegiatan operasionalnya dengan target untuk meningkatkan transaksi melalui layanan digital.

“Smart branch sementara belum didesain untuk mengurangi secara drastis jumlah cabang, tapi dengan kajian bahwa efektivitas dari layanan smart branch ini lebih tinggi dan lebih nasabah yang menggunakan channel digital, sampai dengan tahun ini sampai dengan semester I sudah lebih kurang 40 cabang yang kami tutup,” ucap Direktur Utama Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers, Rabu (8/7/2022).

Jumlah kantor cabang Bank Mandiri yang telah ditutup diketahui jumlahnya akan terus bertambah. Bank Mandiri menargetkan penutupan kantor cabang sebanyak 52 cabang. Namun, Darmawan dalam konferensi pers menambahkan bahwa penambahan jumlah kantor cabang yang akan ditutup akan berdasar pada seberapa besar kebutuhan nasabah yang akan datang ke cabang.

“Tapi ini akan berlanjut, bukan soal berapa banyak yang akan ditutup tapi seberapa besar kebutuhan nasabah yang akan datang ke cabang,” tambahnya.

Penutupan ke-40 cabang ini diimbangi dengan pembentukan smart branch. Tidak main-main, Bank Mandiri merencanakan untuk meluncurkan sebanyak 241 smart branch dalam waktu dekat. Darmawan kembali mengatakan bahwa peluncuran ke-241 smart branch ini dilakukan agar para nasabah dapat merasakan welcoming sense atau welcoming impress, lebih cepat, lebih mudah.

Tidak hanya Darmawan, Aquarius Rudianto sebagai Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri diketahui juga turut buka suara bahwa nantinya kantor cabang yang tetap buka akan difokuskan menjadi business advisor mengingat saat ini para nasabah yang datang ke kantor cabang adalah nasabah yang ingin melakukan transaksi setoran tunai, pindah buku, transfer, ganti kartu debit dan buka atau blokir kartu debit. Hal ini diperkuat dengan adanya penurunan persentase transaksi yang dilakukan di kantor cabang sebesar 8,8%.

Di samping itu, bagi kantor cabang yang belum ditransformasikan menjadi smart branch maka nantinya kantor cabang tersebut akan dilengkapi dengan adanya digital counter ataupun self-service machine. Dengan demikian, pihak Bank Mandiri dapat melihat perbandingan antara nasabah yang lebih suka menggunakan layanan tradisional dan layanan digital.

 

FMJ

Dipromosikan