Qualcomm Berharap Regulasi HKI Dapat Mendorong Inovasi di Indonesia

Adanya kebutuhan proteksi hak kekayaan intelektual (HKI) yang kuat untuk menghargai kontribusi para penemu dan membangun lingkungan yang mendorong inovasi.

Senior Director of Government Affairs for South East Asia and Pacific Qualcomm Julie Welch. Sumber Foto: Dok Qualcomm.

Qualcomm – perusahaan inovasi dan pelopor teknologi seluler 3G, 4G, dan 5G – berharap agar pengaturan hak kekayaan intelektual (HKI) di Indonesia dapat mendorong inovasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan dengan menyelenggarakan seminar bertajuk “Mendorong Inovasi untuk Meningkatkan Daya Saing Indonesia” pada Kamis, (9/11) lalu. Seminar tersebut dihadiri oleh lebih dari 130 peserta, yang terdiri dari pejabat pemerintahan, penyusun kebijakan, regulator, akademisi, dan para pemain industri, baik dari sektor publik maupun swasta (termasuk start-up bidang teknologi dan perusahaan multinasional) dan juga media.

“Tujuan dari seminar  adalah untuk menemukan beragam upaya yang dapat meningkatkan budaya inovasi di Indonesia dan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan dari perspektif hukum yang berlaku (sebagai contoh, perlindungan paten dan deregulasi),” demikian keterangan Qualcomm sebagaimana diperoleh oleh KlikLegal.

Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong menuturkan bahwa Indonesia merupakan negara yang penting dan strategis bagi Qualcomm. “Atas dasar itu, Qualcomm akan mendukung pemerintah dalam memerangi perangkat seluler ilegal, sehingga industri seluler dalam negeri dapat sepenuhnya memperoleh manfaat dari investasi yang telah ditanamkan di Indonesia,” ujarnya saat membuka seminar tersebut.

Sedangkan, Senior Director of Government Affairs for South East Asia and Pacific Qualcomm Julie Welch menyoroti kebutuhan akan proteksi hak kekayaan intelektual (HKI) yang kuat untuk menghargai kontribusi para penemu dan membangun lingkungan yang mendorong inovasi. Ia menekankan bahwa sistem paten yang stabil dan dapat diandalkan akan mendorong investasi dalam negeri maupun asing, menciptakan kesempatan bagi industri dan bisnis baru, serta memberikan masyarakat produk-produk dan teknologi baru yang dapat meningkatkan kehidupan mereka. Ia juga menyatakan intensi Qualcomm untuk mendukung agenda inovasi Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Teknologi Informatika pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ismail menegaskan dukungan pemerintah yang akan terfokus dalam hal menciptakan berbagai kebijakan yang kondusif untuk pengembangan infrastruktur, aplikasi dan konten. “Bisnis  saat ini tidak dinilai dari aset yang berwujud nyata dan modal, melainkan lebih dari aset yang tidak berwujud seperti inovasi, brainware, dan manpower di dalamnya,” ujarnya.

Meneruskan hal tersebut, Direktur Jenderal Peningkatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe mengatakan adanya rencana pemerintah dalam meningkatkan budaya inovasi di Indonesia. Beberapa upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang lebih tinggi, insentif atas penelitian dan pengembangan yang lebih tingi, serta memperkuat kolaborasi antara lembaga penelitian dan pengembangan, pendidikan tinggi dan industri.

Jumain juga menekankan mengenai peran pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menumbuhkan inovasi. “Penting bagi negara untuk memiliki fokus terhadap industri tertentu dan untuk menciptakan kebijakan pendukung untuk memelihara industri tersebut,” tukasnya.

Komitmen Mendukung Inovasi

Sementara itu, Senior Vice President Engineering Qualcomm Susie Armstrong menegaskan komitmen Qualcomm dalam inovasi serta penelitian dan pengembangan (litbang). Selain itu, Qualcomm juga memiliki persepektif sebagai pemegang paten mengenai bagaimana Indonesia dapat mengembangkan lebih lanjut budaya inovasi.

Susie juga melihat pentingnya ekosistem inovasi yang dimulai dari pendidikan dan penelitian. “Qualcomm percaya bahwa inovasi yang hebat berasal dari pendidikan yang hebat dan menjadi hal yang penting untuk mempersiapkan para generasi muda dengan keterampilan di bidang pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM),” ujarnya.

Untuk mendukung tenaga kerja masa depan yang akan lebih terfokus dalam membangun dunia, Qualcomm mendirikan Thinkabit Lab™, sebuah program yang menyediakan para pelajar dengan pengalaman STEM secara langsung yang unik serta pengetahuan terhadap berbagai macam karir yang mungkin mereka tidak ketahui sebelumnya. Saat ini, Susie fokus dalam menjalankan program Thinkabit Lab™ dan percaya bahwa, “Pendidikan dan penelitian adalah hal yang sangat mendasar dalam menemukan penemuan, namun untuk mengubah penemuan menjadi bisnis memerlukan investasi, paten dan proteksi HKI yang kuat”.

(ASH/LY)

Dipromosikan