RI gandeng Inggris Kembangkan Sektor EBT
“Kerjasama kembangkan sektor EBT disambut baik oleh Anne Marie Travelyan Sekretaris Negara untuk Perdagangan Internasional Inggris.”
Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan menyatakan bahwa Indonesia dan Inggris akan membahas potensi kerjasama di sektor pengembangan energi baru terbarukan (EBT), perdagangan makanan, minuman dan pertanian. Sebagaimana disampaikan oleh Muhammad Lutfi dalam konferensi pers.
“Dalam pertemuan ini higa dibahas isu-isu termasuk potensi kerjasama di sektor EBT, makanan minuman dan produk pertanian,” ujarnya (23/2).
Selain itu, Indonesia dan Inggris juga telah sepakat untuk membentuk dua kelompok kerja sektoral yang khusus menangani EBT dan pertumbuhan ekonomi hijau serta khusus menangani makanan minuman dan pertanian.
Pembahasan kerjasama tersebut dilakukan dalam pertemuan Komite Etik dan Perdagangan Bersama (KEPB) atau Joint Economic and Trade Committee (JETCO) yang pertama.
JETCO sendiri merupakan forum dialog tahunan tingkat menteri untuk membahas isu-isu bilateral kedua negara dengan lebih intensif dan fokus untuk mendorong peningkatan hubungan ekonomi bilateral di masa depan.
Nantinya pihak Inggris akan membantu dengan membawa teknologi inovasi untuk mengembangkan EBT dan Inggris juga berkomitmen untuk memajukan komoditas makanan minuman dan produk pertanian kedua negara.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Anne Marie Travelyan Sekretaris Negara untuk Perdagangan Internasional Inggris.
“Saya berharap dapat menyambut anda menteri dan tim anda di London tahun depan untuk JETCO kedua dan meninjau kemajuan dari rencana yang telah kita buat bersama tahun ini,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia (24/2).
Komitmen Indonesia
Komitmen Indonesia kembangkan EBT nampak ketika Presiden Joko Widodo meluncurkan kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo sempat mengapresiasi langkah perusahaan-perusahaan dari hulu sampai hilir untuk memulai pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dalam rangka mencapai target nol emisi pada tahun 2060.
Harapannya melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir tersebut dapat menjadikan Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik.
Selain itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen BUMN untuk pengembangan EBT.
“Kemarin, Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaran Listrik diluncurkan Presiden Joko Widodo. Hal ini merupakan wujud komitmen dari BUMN untuk transisi energi dan pengembangan energi terbarukan,” tulis Erick Thohir dalam akun instagramnya @erickthohir (24/2).
VWS








































