Sandiaga Uno Kembangkan Work From Destination Untuk Meningkatkan Sektor Pariwisata

Sandiaga Uno Kembangkan Work From Destination Untuk Meningkatkan Sektor Pariwisata

Sandiaga Uno Kembangkan Work From Destination Untuk Meningkatkan Sektor Pariwisata

Work From Destination atau bekerja dari destinasi wisata merupakan inovasi dalam pariwisata untuk meningkatkan hasil pendapatan dari sektor pariwisata yang sedang anjlok akibat pandemi COVID-19

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan pariwisata di Indonesia harus memiliki inovasi agar sektor pariwisata bangkit di masa pandemi ini. Oleh karena itu, ia mencetuskan program Work From Destination atau bekerja dari destinasi wisata yang memungkinkan para Digital Nomad untuk bekerja di daerah wisata Indonesia.

Digital Nomad merupakan istilah untuk orang-orang yang bekerja secara digital dari tempat yang berpindah-pindah. Biasanya Digital Nomad ini memilih tempat seperti perpustakaan, kafe, atau tempat pariwisata.

Sandiaga juga mengatakan akan merubah fokus pariwisata Indonesia dari kuantitas menjadi kualitas atau pengeluaran per kunjungan. Jadi wisatawan bisa lebih menghabiskan waktu yang lebih lama di tempat wisata serta uang yang mereka keluarkan.

“Inovasi baru seperti program sustainable tourism, sport tourism, digital nomad yang sebagian kerja di Jakarta atau Surabaya mungkin bisa work from destination dari Bali,” ucapnya dalam webinar Economic Outlook KAHMI Preneur 2021, pada Minggu (03/01/2021).

Hal yang serupa juga diungkapkan sebelumnya oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo kalau Indonesia bisa menjadi lokasi Work From Destination.

“Saat ini ada fenomena baru yakni Work From Destination, yang merupakan perpanjangan dari Work From Home (bekerja dari rumah). Dalam perbincangan dengan Asian Development Bank mereka menyebutkan kalau sekitar 80 persen staf mereka yang ekspatriat kini bekerja di Bali. Ini sebuah peluang bagi industri pariwisata untuk menyiapkan konsep work from destination, bagaimana bekerja dari destinasi wisata bisa dilakukan dengan aman dan nyaman” ujar Angela dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, pada Selasa (29/12/2020).

Angela juga menjelaskan kalau pelaku usaha wisata wajib menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu unsur pelayanan yang berkualitas. Kementerian memiliki program sertifikasi CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability untuk membangkitkan kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata Indonesia.

Selama pandemi, kunjungan wisatawan asing amblas hingga 74,7% dibandingkan 2019 yang mencapai 12 juta orang menjadi 3,56 juta orang. Devisa yang dihasilkan pun turun menjadi US$ 3,54 miliar dari US$ 16,9 miliar pada tahun 2019.

AP

Dipromosikan