Sayonara: JET Express Umumkan Stop Operasi Akhir Februari

Sayonara JET Express Umumkan Stop Operasi Akhir Februari
Image Source by jscargonctjkt

Sayonara: JET Express Umumkan Stop Operasi Akhir Februari

“Menghadapi kondisi industri logistik saat ini, Robin Lo selaku CEO J&T Express menyatakan bahwa pelayanan kepada pelanggan baik efisiensi, maupun inovasi menjadi hal yang penting untuk menghadapi kondisi persaingan saat ini.”

Perusahaan layanan ekspedisi PT Jaringan Ekspedisi Transportasi (JET Express) pada 17 Februari 2022 mengumumkan berhenti beroperasi per Februari 2022. Hal tersebut disampaikan secara resmi di media sosial JET Express @jetxprs.

“Hai pelanggan JET Express, kami ingin menginformasikan bahwa Februari 2022 adalah bulan terakhir JET Express akan beroperasi. Terima kasih atas kepercayaan selama ini dan kami pamit undur diri,” tulisnya (17/2).

JET Expres mulai beroprasi sejak tahun 2015 dan telah memiliki perusahaan cabang di sekitar 60 kota di Indonesia, perusahaan yang menawarkan jasa pengiriman paket tersebut tidak mengungkap alasan JET Express menutup usahanya tersebut.

Kondisi industri logistik saat ini

Mohamad Feriadi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyatakan  bahwa bisnis jasa pengiriman kilat sebetulnya masih tumbuh meski menghadapi pelbagai tantangan.

“Tapi tiap perusahaan tentu kondisinya tentu kondisinya berbeda-beda karena tergantung dari bisnis modelnya,” ujarnya dikutip dari tempo.com (18/2).

Feriadi juga menambahkan bahwa sepanjang pandemi Covid-19 rata-rata bisnis jasa pengiriman kilat tumbuh dibawah 20%. Sehingga agar bisnis jasa pengiriman kilat tetap bertumbuh seiring banyaknya bermunculan perusahaan jasa pengiriman baru, perusahaan perlu mengadaptasikan model bisnis dengan kondisi yang ada.

Selain itu, Robin Lo selaku CEO J&T Express menyatakan bahwa sektor bisnis ekspedisi dan kurir memiliki peluang untuk tetap berkembang seiring pesatnya transaksi daring kedepan.

“Tidak juga (disebabkan oleh persaingan yang sengit) karena kebutuhan pengiriman masih sangat tinggi,” ujarnya dikutip dari bisnis.com (18/2)

Selain itu, Robin juga menyatakan bahwa jika melihat karakteristik industri logistik yang bergerak dalam layanan bidang jasa, maka pelayanan kepada pelanggan baik efisiensi, maupun inovasi menjadi hal yang penting untuk menghadapi kondisi persaingan saat ini.

 

VWS

Dipromosikan